Menu

Mode Gelap
Aksi Seribu Lilin, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Flores KPA melalui GESLA Salurkan 4 Ton Beras untuk Korban Gempa di Flores Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Flobamoratas Dorong Perlindungan Ruang Hidup

Nasional

Aliansi PERISAI NTT Aksi Tuntut Penegakan Hukum dan Kesejahteraan Rakyat

badge-check


					Foto Bersama Usai Aksi. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Foto Bersama Usai Aksi. Foto: Dok. Yanto/

‎Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Winston Neil Rondo, menyampaikan apresiasi tinggi kepada massa aksi Aliansi Persatuan Rakyat Indonesia Anti-Imperialis (PERISAI) NTT. Ia menegaskan bahwa dirinya menerima dan menghargai aspirasi yang disampaikan, serta memahami betul kegelisahan yang disuarakan mahasiswa sebagai bagian dari tradisi gerakan yang pernah ia alami sendiri di masa lalu.

‎”Hidup Mahasiswa! Adik-adik mahasiswa, saya menyatakan bahwa suara kalian bukan suara yang harus ditakuti, tetapi suara yang harus didengar. Kritik yang lahir dari kepedulian terhadap nasib rakyat adalah bagian penting dari demokrasi,” ujar Winston. Ia mengakui bahwa kenaikan biaya hidup, harga BBM, dan tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat adalah persoalan nyata yang juga ia dengar setiap hari, baik dari media, media sosial, maupun perjumpaan langsung dengan warga.

‎Meskipun DPRD NTT tidak memiliki kewenangan menentukan harga BBM maupun nilai tukar rupiah, Winston menegaskan bahwa lembaga legislatif daerah memiliki kewajiban moral untuk meneruskan suara kritis mahasiswa kepada pemerintah pusat yang berwenang. Ia memastikan bahwa dampak kebijakan nasional terhadap masyarakat NTT tidak boleh diabaikan sama sekali.

‎”Terima kasih buat PERISAI-NTT dan elemen-elemen yang masih setia dengan tradisi gerakan mahasiswa. Melalui mekanisme internal DPRD NTT, aspirasi dan tuntutan yang disampaikan akan kami pelajari, tindaklanjuti, dan teruskan melalui jalur kelembagaan yang tersedia,” janjinya. Winston menutup sambutannya dengan pesan agar mahasiswa terus menjadi kritis, menjaga gerakan tetap damai, dan berpihak pada kepentingan rakyat, karena demokrasi membutuhkan keberanian mahasiswa untuk bersuara.(*)

Kontributor: Yanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan

21 Agustus 2026 - 00:01 WIB

Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita

15 Agustus 2026 - 05:24 WIB

Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir

15 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Flobamoratas Dorong Perlindungan Ruang Hidup

14 Agustus 2026 - 16:41 WIB

LMID Eksekutif Kota Kupang: Kongres XII Harus Jadi Momentum Kebangkitan Gerakan Kaum Muda

8 Agustus 2026 - 04:30 WIB

Trending di Suara Mahasiswa