Menu ✖

Mode Gelap
SPBU Oesapa dan Liliba Sebut Stok Pertalite Aman di Tengah Antrean Kendaraan Diskusi ASTRIA INITIA di Kupang Bahas Polemik Ijazah Gibran, Batas Kewenangan MK, hingga Arah Demokrasi Indonesia FSPMI NTT Soroti RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Desak Upah Layak hingga Kepastian Kerja Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

Nasional

Aliansi PERISAI NTT Aksi Tuntut Penegakan Hukum dan Kesejahteraan Rakyat

badge-check


					Foto Bersama Usai Aksi. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Foto Bersama Usai Aksi. Foto: Dok. Yanto/

‎Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Winston Neil Rondo, menyampaikan apresiasi tinggi kepada massa aksi Aliansi Persatuan Rakyat Indonesia Anti-Imperialis (PERISAI) NTT. Ia menegaskan bahwa dirinya menerima dan menghargai aspirasi yang disampaikan, serta memahami betul kegelisahan yang disuarakan mahasiswa sebagai bagian dari tradisi gerakan yang pernah ia alami sendiri di masa lalu.

‎”Hidup Mahasiswa! Adik-adik mahasiswa, saya menyatakan bahwa suara kalian bukan suara yang harus ditakuti, tetapi suara yang harus didengar. Kritik yang lahir dari kepedulian terhadap nasib rakyat adalah bagian penting dari demokrasi,” ujar Winston. Ia mengakui bahwa kenaikan biaya hidup, harga BBM, dan tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat adalah persoalan nyata yang juga ia dengar setiap hari, baik dari media, media sosial, maupun perjumpaan langsung dengan warga.

‎Meskipun DPRD NTT tidak memiliki kewenangan menentukan harga BBM maupun nilai tukar rupiah, Winston menegaskan bahwa lembaga legislatif daerah memiliki kewajiban moral untuk meneruskan suara kritis mahasiswa kepada pemerintah pusat yang berwenang. Ia memastikan bahwa dampak kebijakan nasional terhadap masyarakat NTT tidak boleh diabaikan sama sekali.

‎”Terima kasih buat PERISAI-NTT dan elemen-elemen yang masih setia dengan tradisi gerakan mahasiswa. Melalui mekanisme internal DPRD NTT, aspirasi dan tuntutan yang disampaikan akan kami pelajari, tindaklanjuti, dan teruskan melalui jalur kelembagaan yang tersedia,” janjinya. Winston menutup sambutannya dengan pesan agar mahasiswa terus menjadi kritis, menjaga gerakan tetap damai, dan berpihak pada kepentingan rakyat, karena demokrasi membutuhkan keberanian mahasiswa untuk bersuara.(*)

Kontributor: Yanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan

9 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran

11 September 2026 - 16:00 WIB

Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

11 September 2026 - 05:27 WIB

BEM Undana Dorong Pembebasan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Flores

11 September 2026 - 05:14 WIB

Mahasiswa UNWIRA Soroti Ketimpangan Struktural di NTT, Kritik Tata Kelola Pemerintahan

7 September 2026 - 16:02 WIB

Trending di Suara Mahasiswa