Menu

Mode Gelap
Aksi Seribu Lilin, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Flores KPA melalui GESLA Salurkan 4 Ton Beras untuk Korban Gempa di Flores Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Flobamoratas Dorong Perlindungan Ruang Hidup

Nasional

Aliansi PERISAI NTT Aksi Tuntut Penegakan Hukum dan Kesejahteraan Rakyat

badge-check


					Foto Bersama Usai Aksi. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Foto Bersama Usai Aksi. Foto: Dok. Yanto/

‎Hal ini, menurut Sahrul Sukwan, terbukti ketika baru 100 hari menjabat, pemerintahan Prabowo-Gibran langsung menggelar KTT BRICS sekaligus menjalin hubungan mesra dengan Amerika Serikat. Keduanya menyepakati perjanjian resiprokal sebesar 19,8%, yang artinya Indonesia wajib membeli komoditas AS senilai Rp19,8 triliun. “Di tengah kampanye efisiensi anggaran, Prabowo-Gibran justru menggelontorkan uang demi kesepakatan yang sangat membunuh rakyat Indonesia,” kritiknya. Ia juga menyoroti instruksi pengiriman pasukan perdamaian buatan Donald Trump sebagai bagian dari ketergantungan tersebut.

‎Ia menutup orasinya dengan menyinggung kondisi di pedesaan yang tak kalah memprihatinkan. Ia menegaskan bahwa kaum tani hari ini terus dihadapkan pada realitas perampasan dan monopoli tanah yang kian meluas, menjadikan reforma agraria bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak bagi kelangsungan hidup rakyat kecil.

‎Berikut tuntutan Aliansi secara nasional dan Daerah:

‎Tuntutan Nasional:

‎1.Hentikan dan turunkan Harga BBM,dan Harga bahan pokok rakyat

‎2.Segera perbaiki pelemahan nilai tukar rupiah

‎3.Perbaiki Defisit APBN dan hentikan pemborosan angaran untuk program populis Prabowo-Gibran (MBG,KOPDES)

‎4.Sahkan UU perampasan aset korupsi dan UU masyarakat adat

‎5.Cabut UU Polri dan kembalikan TNI ke barak

‎6.Tolak sekolah rakyat dan alokasi secara substansial angaran 20%pendidikan

‎7.Cabut dan tinjau kembali inpres nomor 1 Tahun 2025

‎8.Berikan upah yang layak untuk kesejahteraan guru honorer

‎Tuntutan Daerah:

‎1.Usut tuntas dan tindak tegas pelaku mafia BBM di NTT

‎2.Hentikan seluruh rencana pengosongan  dan pembongkaran lapak terhadap masyarakat Civic center

‎3.Jamin relokasi layak untuk masyarakat Sivicsenter

‎4.Cabut SK 946 tahun 2014 tentang alih fungsi cagar alam menjadi taman nasional

‎5.Cabut SK 357 tahun 2016 tentang penetapan hutan adat di Amanuban menjadi hutan produksi

‎6.Perdayakan Program PKBM

‎7.Mendesak Polri untuk memberikan kewenangan penyidikan terhadap 14 Polsek di TTS

‎8.Tertibkan perusahaan di NTT serta berikan upah yang layak untuk buruh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan

21 Agustus 2026 - 00:01 WIB

Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita

15 Agustus 2026 - 05:24 WIB

Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir

15 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Flobamoratas Dorong Perlindungan Ruang Hidup

14 Agustus 2026 - 16:41 WIB

LMID Eksekutif Kota Kupang: Kongres XII Harus Jadi Momentum Kebangkitan Gerakan Kaum Muda

8 Agustus 2026 - 04:30 WIB

Trending di Suara Mahasiswa