Menu ✖

Mode Gelap
SPBU Oesapa dan Liliba Sebut Stok Pertalite Aman di Tengah Antrean Kendaraan Diskusi ASTRIA INITIA di Kupang Bahas Polemik Ijazah Gibran, Batas Kewenangan MK, hingga Arah Demokrasi Indonesia FSPMI NTT Soroti RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Desak Upah Layak hingga Kepastian Kerja Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

Nasional

Aliansi PERISAI NTT Aksi Tuntut Penegakan Hukum dan Kesejahteraan Rakyat

badge-check


					Foto Bersama Usai Aksi. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Foto Bersama Usai Aksi. Foto: Dok. Yanto/

‎Koordinator Umum(Kordum )Aliansi Persatuan Rakyat Indonesia Anti-Imperialis (PERISAI- NTT), Andy Sanjaya, memimpin orasi dengan lantang menyerukan solidaritas perjuangan.Hidup Mahasiswa,Hidup Rakyat Indonesia, Hidup Perempuan yang Melawan.teriaknya di hadapan massa aksi, sebelum menyampaikan aspirasi terkait berbagai persoalan mendesak yang dihadapi masyarakat NTT.

‎Andy Sanjaya, menegaskan bahwa pemerintah saat ini seolah tidak melihat keresahan rakyat yang sesungguhnya. Ia menyoroti kondisi ekonomi yang kian mencekik leher masyarakat kecil. “Nilai rupiah anjlok, harga BBM naik, namun respons pemerintah terhadap penderitaan rakyat sangat minim,”Ujarnya

‎Selain isu ekonomi, Ia mengangkat kasus dugaan pelanggaran HAM khususnya tuduhan terhadap Kaka Gama Feroh yang diduga Admin lika-liku NTT.Ia mengkritik keras tindakan aparat kepolisian yang dinilai menggunakan kewenangannya secara sewenang-wenang untuk melakukan intimidasi dan kriminalisasi.

‎”Dia dikriminalisasi, bahkan ditodong senjata. Ini adalah pelanggaran HAM yang nyata. Ketika polisi menggunakan kewenangannya untuk melakukan intimidasi dan melanggar prosedur hukum, maka fungsi penegakan hukum telah cacat,”  tegas Andy Sanjaya.

‎Dalam kesempatan yang sama, Ketua Ikatan Mahasiswa Malaka (IMMALA), Hironimus Klau, dalam orasinya menyoroti tajam program populis pemerintahan Prabowo-Gibran saat ini. Ia menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan lagi sekadar upaya mencegah angka stunting, melainkan sebuah proyek besar untuk memenangkan kursi politik pada Pemilu 2029 mendatang.

‎”Apakah program ini benar-benar bermanfaat? Apakah akan efektif mencegah stunting? Saya kira itu hanya angka di atas kertas,” kritik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan

9 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran

11 September 2026 - 16:00 WIB

Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

11 September 2026 - 05:27 WIB

BEM Undana Dorong Pembebasan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Flores

11 September 2026 - 05:14 WIB

Mahasiswa UNWIRA Soroti Ketimpangan Struktural di NTT, Kritik Tata Kelola Pemerintahan

7 September 2026 - 16:02 WIB

Trending di Suara Mahasiswa