KupangTimurInsight, Kupang – LMID Eksekutif Kota Kupang menilai Kongres XII Liga Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (LMID) tidak boleh sekadar menjadi forum pergantian kepengurusan di tingkat nasional. Kongres harus menjadi momentum politik organisasi untuk mengevaluasi perjalanan gerakan mahasiswa sekaligus merumuskan arah perjuangan dalam menghadapi berbagai persoalan nasional yang semakin kompleks.
Hal tersebut disampaikan Ketua Eksekutif Kota Kupang Liga Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (LMID), Yali Fariyon, dalam rilisnya, Sabtu (8/8/2026). Menurut Yali, Kongres XII harus menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat kembali posisi gerakan mahasiswa dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
“LMID Eksekutif Kota Kupang memandang Kongres XII ini bukan hanya sekadar agenda pergantian kepengurusan di tingkat nasional, melainkan momentum politik organisasi untuk mengevaluasi perjalanan gerakan mahasiswa dan menyusun arah perjuangan menghadapi situasi nasional yang semakin kompleks,” kata Yali Fariyon.
Yali mengatakan, persiapan menuju Kongres XII dilakukan melalui konferensi dan taktik kolektif organisasi, pendidikan politik, diskusi ideologis, kajian terhadap kondisi objektif masyarakat, serta perumusan rekomendasi yang akan dibawa ke forum kongres.
LMID Eksekutif Kota Kupang juga telah mempersiapkan Laporan Ideologi Politik Organisasi (IPO) dan Situasi Daerah (Sidda). Materi tersebut memuat kerja-kerja organisasi LMID, pembahasan usulan perubahan kebijakan organisasi, pendalaman materi ideologi dan strategi gerakan, penguatan kapasitas kader, serta berbagai kondisi objektif yang terjadi di daerah.
“Kami juga mempersiapkan Laporan Ideologi Politik Organisasi dan Situasi Daerah. Isinya kerja-kerja organisasi LMID, pembahasan usulan perubahan kebijakan organisasi, pendalaman materi ideologi dan strategi gerakan, serta penguatan kapasitas kader,” ujar Yali.
Selain mempersiapkan bahan organisasi, LMID Eksekutif Kota Kupang menghimpun berbagai aspirasi mahasiswa dan masyarakat sebagai dasar penyusunan rekomendasi yang akan diperjuangkan dalam Kongres XII. Persoalan pendidikan, konflik agraria, situasi sosial masyarakat NTT hingga kondisi di Papua menjadi sejumlah isu yang akan dibawa ke forum nasional tersebut.
Dalam Kongres XII, LMID Eksekutif Kota Kupang akan mengirimkan delegasi yang terdiri atas calon ketua, calon delegasi pengurus nasional, dan delegasi peserta kongres. Penentuan delegasi dilakukan melalui mekanisme Konferensi Kota LMID berdasarkan kesepakatan kolektif organisasi.
“Delegasi bukan sekadar perwakilan administratif, tetapi representasi politik organisasi dan situasi di daerah NTT dan Papua yang membawa mandat kolektif LMID,” tegas Yali.












