Yali menegaskan bahwa pergantian rezim tidak boleh mengubah komitmen gerakan mahasiswa dalam memperjuangkan demokrasi, pendidikan yang adil, kesejahteraan rakyat, dan keadilan sosial.
“Kongres XII harus menjadi momentum kebangkitan gerakan mahasiswa Indonesia. Kami mengajak seluruh mahasiswa untuk tidak bersikap apatis terhadap persoalan bangsa, melainkan menjadi insan akademis yang berpikir kritis, berani menyampaikan kebenaran, dan berpihak kepada kepentingan rakyat miskin serta rakyat tertindas,” ujarnya.
Menurut Yali, selama masih terdapat ketidakadilan, penindasan, dan kebijakan yang merugikan masyarakat, gerakan mahasiswa harus tetap hadir sebagai kekuatan intelektual, moral, dan sosial yang mengorganisasi rakyat menuju perubahan yang lebih demokratis dan berkeadilan.
“Selama masih terdapat ketidakadilan, penindasan, dan kebijakan yang merugikan masyarakat, maka gerakan mahasiswa harus tetap hadir sebagai kekuatan intelektual, moral, dan sosial yang mengorganisasi rakyat menuju perubahan yang lebih demokratis dan berkeadilan,” pungkas Yali.
Bagi LMID Eksekutif Kota Kupang, Kongres XII diharapkan tidak berhenti sebagai forum pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi titik tolak untuk memperkuat konsolidasi gerakan mahasiswa, memperluas keberpihakan terhadap rakyat, serta mempertegas posisi mahasiswa dalam mengawal demokrasi dan memperjuangkan keadilan sosial. (*)
“Form Below, For The Future — Menuju Kebangkitan Gerakan Kaum Muda.”
Kontributor: Yanto












