Ia menegaskan, pembangunan di kawasan timur Indonesia tidak boleh semata-mata mengejar pertumbuhan ekonomi. Pembangunan harus diarahkan pada keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
Terhadap kepemimpinan LMID setelah Kongres XII, Yali berharap lahir kepemimpinan yang memiliki keberanian politik, integritas moral, kemampuan intelektual, serta kedekatan dengan mahasiswa dan rakyat yang mengalami ketidakadilan.
“Pemimpin baru harus mampu memperkuat konsolidasi, memperluas basis kaderisasi, meningkatkan kualitas pendidikan politik, serta menjadikan LMID sebagai organisasi yang tetap kritis terhadap setiap kebijakan pemerintah apabila tidak berpihak kepada kepentingan rakyat, siapa pun rezim yang sedang berkuasa,” tegasnya.
Terkait kondisi internal, Yali menyebut LMID Eksekutif Kota Kupang berada dalam situasi kondusif dan penuh semangat konsolidasi. Perbedaan pandangan mengenai agenda kongres maupun arah organisasi ke depan dinilai sebagai bagian dari proses demokrasi organisasi.
“Dalam organisasi kami, perbedaan pendapat adalah sesuatu yang wajar. Namun seluruh dinamika tersebut diselesaikan melalui mekanisme demokrasi organisasi dengan mengedepankan argumentasi ilmiah dan tradisi diskusi,” jelas Yali.
Setelah Kongres XII, LMID Eksekutif Kota Kupang akan menyosialisasikan hasil kongres kepada seluruh kader, menyusun program kerja berdasarkan keputusan kongres, memperkuat pendidikan kader, memperluas kerja advokasi mahasiswa dan masyarakat, serta membangun kerja sama dengan berbagai elemen gerakan rakyat di NTT.
“Setelah kongres, kami akan melaksanakan sosialisasi hasil-hasil kongres kepada seluruh kader, menyusun program kerja berdasarkan keputusan kongres, memperkuat pendidikan kader, memperluas kerja-kerja advokasi mahasiswa dan masyarakat, serta membangun kerja sama dengan berbagai elemen gerakan rakyat di NTT,” kata Yali.












