Menu ✖

Mode Gelap
SPBU Oesapa dan Liliba Sebut Stok Pertalite Aman di Tengah Antrean Kendaraan Diskusi ASTRIA INITIA di Kupang Bahas Polemik Ijazah Gibran, Batas Kewenangan MK, hingga Arah Demokrasi Indonesia FSPMI NTT Soroti RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Desak Upah Layak hingga Kepastian Kerja Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

Suara Mahasiswa

LMID Eksekutif Kota Kupang: Kongres XII Harus Jadi Momentum Kebangkitan Gerakan Kaum Muda

badge-check


					Ketua Eksekutif Kota Kupang LMID, Yali Fariyon. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Ketua Eksekutif Kota Kupang LMID, Yali Fariyon. Foto: Dok. Yanto/

Menurut Yali, sejumlah persoalan nasional akan menjadi perhatian LMID Eksekutif Kota Kupang dalam kongres, di antaranya krisis demokrasi, komersialisasi pendidikan, ketimpangan ekonomi, pengangguran kaum muda, eksploitasi sumber daya alam, perampasan ruang hidup masyarakat, kriminalisasi terhadap aktivis, serta semakin kuatnya dominasi oligarki dalam menentukan arah kebijakan negara.

Ia menilai mahasiswa harus kembali menempatkan diri sebagai kekuatan moral dan kekuatan politik rakyat. Mahasiswa tidak boleh hanya menjadi pelengkap kekuasaan, tetapi harus konsisten mengawal berbagai kebijakan negara yang berdampak terhadap masyarakat.

“Mahasiswa harus kembali mengambil posisi sebagai kekuatan moral dan kekuatan politik rakyat yang berpihak kepada kepentingan masyarakat luas, bukan menjadi pelengkap kekuasaan,” kata Yali.

Persoalan pendidikan di NTT juga menjadi salah satu isu khusus yang akan diperjuangkan. LMID Eksekutif Kota Kupang menilai kondisi pendidikan di NTT masih menghadapi persoalan pemerataan fasilitas dan kualitas pendidikan, khususnya di sejumlah kecamatan dan desa yang memiliki keterbatasan akses.

Selain pendidikan, persoalan agraria menjadi perhatian serius. LMID Eksekutif Kota Kupang menyoroti persoalan perampasan lahan di sejumlah wilayah NTT, termasuk Rote dan Nagekeo. Pengembangan panas bumi atau geothermal juga dinilai perlu memperhatikan hak masyarakat atas tanah dan ruang hidup.

“Situasi perampasan lahan terus terjadi di Rote dan Nagekeo. Flores dikenal dengan panas bumi yang tujuannya membangun geothermal. Tanah dan rumah masyarakat tidak boleh digusur atas nama pembangunan,” ujar Yali.

LMID Eksekutif Kota Kupang juga menyoroti pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dan batalion yang menurut mereka harus tetap memperhatikan hak masyarakat atas tanah dan ruang hidup. Persoalan pembangunan di Papua turut menjadi perhatian, terutama dampaknya terhadap hutan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

“Di Papua, pembangunan demi proyek strategis nasional juga harus melihat keberadaan hutan yang menjadi tempat pencaharian masyarakat. Pembangunan tidak boleh menghilangkan ruang hidup rakyat,” katanya.

Khusus untuk NTT, LMID Eksekutif Kota Kupang akan membawa persoalan upah buruh yang rendah, kontrak kerja yang tidak jelas, rendahnya akses pendidikan berkualitas, kemiskinan struktural, persoalan ketenagakerjaan, perlindungan pekerja migran, serta pengelolaan sumber daya alam.

“Kami akan membawa berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat NTT, seperti upah buruh yang rendah, kontrak kerja yang tidak jelas, rendahnya akses pendidikan berkualitas, kemiskinan struktural, persoalan ketenagakerjaan, perlindungan terhadap pekerja migran, serta pengelolaan sumber daya alam yang harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat,” ungkap Yali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan

9 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran

11 September 2026 - 16:00 WIB

Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

11 September 2026 - 05:27 WIB

BEM Undana Dorong Pembebasan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Flores

11 September 2026 - 05:14 WIB

Mahasiswa UNWIRA Soroti Ketimpangan Struktural di NTT, Kritik Tata Kelola Pemerintahan

7 September 2026 - 16:02 WIB

Trending di Suara Mahasiswa