KupangTimurInsight, Waingapu – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Nusa Tenggara Timur melayangkan kritik terhadap Polres Sumba Timur atas penanganan kasus tambang emas ilegal yang dinilai tidak transparan dan cenderung mandek. Kritik tersebut disampaikan melalui rilis resmi yang diterima pada Minggu (19/4).
Dalam rilis tersebut, WALHI NTT mengungkapkan bahwa meskipun aparat kepolisian telah mengamankan sejumlah pelaku tambang emas ilegal di wilayah penyangga Taman Nasional Laiwanggi Wanggameti, hingga kini tidak ada kejelasan terkait perkembangan proses hukum yang berjalan.
“Publik tidak pernah mendapatkan informasi terbuka mengenai status para pelaku, sejauh mana proses penyidikan berlangsung, serta apakah ada pengungkapan jaringan yang lebih besar,” ujar Yulianto Behar Nggali Mara, S.H., M.H., Divisi Hukum WALHI NTT.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan adanya indikasi kuat bahwa penanganan kasus berjalan tidak transparan dan berpotensi stagnan. WALHI NTT menilai hal tersebut sebagai bentuk kegagalan dalam menjamin akuntabilitas penegakan hukum di daerah.
Lebih lanjut, WALHI NTT menegaskan bahwa aktivitas tambang emas ilegal di kawasan hulu daerah aliran sungai merupakan kejahatan serius. Selain merusak lingkungan, aktivitas tersebut juga dinilai dapat mengancam sumber air, ketahanan pangan, serta keselamatan masyarakat di wilayah Sumba Timur.
WALHI NTT juga menyoroti sejumlah dampak dari ketidakjelasan penanganan kasus, antara lain terbukanya peluang bagi pelaku untuk kembali beroperasi, melemahnya efek jera, indikasi pembiaran, hingga menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.










