Dalam pernyataannya, WALHI NTT mendesak Polres Sumba Timur untuk segera membuka secara transparan perkembangan penanganan kasus kepada publik, menyampaikan jumlah tersangka beserta pasal yang dikenakan, serta mengusut tuntas hingga ke aktor intelektual dan pemodal di balik praktik tambang ilegal tersebut.
Selain itu, WALHI NTT menegaskan komitmennya untuk terus memantau dan mengawal kasus ini, bahkan membuka kemungkinan membawa persoalan ke tingkat yang lebih tinggi apabila tidak ada kejelasan dari aparat penegak hukum.
WALHI NTT menilai bahwa penegakan hukum yang tegas, transparan, dan berkeadilan menjadi langkah penting untuk menghentikan praktik perusakan lingkungan yang kian meluas di Sumba Timur.
Kontributor: Yanto










