Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Papua di NTT Dorong Persatuan dan Kesadaran Bangun Daerah Perkuat Solidaritas di Tanah Rantau, FOKMAP-NTT Rayakan Dies Natalis ke-IX di Kupang Perumda Pasar Gandeng UNDANA Cari Solusi Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino yang Sepi Pengunjung Rally Bistolen: Film “Pesta Babi” Ungkap Dampak Pembangunan terhadap Masyarakat Adat KPBH Kolhua Gelar Nobar Film “Pesta Babi”Refleksi Kritis Dampak PSN terhadap Masyarakat Adat IMMALA Kupang Gelar Nobar “Pesta Babi” Sebut Kebijakan PSN di Papua Bentuk Kolonialisme Modern

Politik & Hukum

GMKI Kupang Desak Polisi Bongkar Tuntas Kematian Fika Serwutun: Jangan Ada Rekayasa Kasus

badge-check


					Ketua Cabang GMKI kupang Andraviani F. U. Laiya Bersama Kabid Aksi dan Pelayanan Putra Umbu Toku Ngudang. Foto: Dok. Pribadi/ Perbesar

Ketua Cabang GMKI kupang Andraviani F. U. Laiya Bersama Kabid Aksi dan Pelayanan Putra Umbu Toku Ngudang. Foto: Dok. Pribadi/

KupangTimurInsight, Kupang – Pengurus Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kupang mendesak Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus kematian Fika Serwutun, misterius yang terjadi pada akhir November 2024. Kasus ini kembali mencuat dan memicu solidaritas publik dalam dua bulan terakhir, seiring dengan munculnya sejumlah kejanggalan yang dirasakan oleh keluarga korban.

‎Putra Umbu Toku Ngudang, Ketua Bidang Aksi dan Pelayanan(Katua Bidang Askpel) GMKI Kupang, menyampaikan bahwa keluarga korban memiliki pertanyaan besar terkait kronologi kematian tersebut. Keluarga bahkan mendorong adanya penggalian fakta lebih dalam, termasuk mempertanyakan hasil otopsi dan kemungkinan adanya unsur rekayasa.

‎”Ada pertanyaan besar dari keluarga. Publik juga bertanya, apakah ini benar-benar bunuh diri, atau ada unsur pembunuhan yang direkayasa? Ini menjadi hal yang sangat menarik dan perlu diungkap,” ujar Putra saat diwawancarai wartawan Kupang Timur INSIGHT.COM di Taman Nostalgia (Tamnos) Kupang, Kamis (14/5/2026).

‎Putra menyoroti kejanggalan komunikasi sebelum kabar kematian tersebar. Ia memaparkan bahwa sebelum berita duka itu muncul, korban dikabarkan masih berkomunikasi dan berkumpul dengan teman-temannya. Namun, setelah komunikasi terputus, tiba-tiba muncul kabar bahwa korban telah meninggal dunia.

‎”Ini pertanyaan besarnya: kok bisa sebelumnya baik-baik saja dan sedang berkumpul, lalu tiba-tiba dinyatakan meninggal? Kami melihat solidaritas publik terbangun karena kejanggalan ini. Kami berpandangan sama dengan publik bahwa kasus ini perlu digali lagi secara serius,” tegasnya.

‎Ia menambahkan bahwa proses hukum harus dijalankan dengan lebih tegas dan bijak. GMKI mendesak kepolisian untuk tidak ragu dalam mengungkap siapa tersangka jika memang ada unsur pidana, serta memastikan transparansi dalam penyelidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KPBH Kolhua Gelar Nobar Film “Pesta Babi”Refleksi Kritis Dampak PSN terhadap Masyarakat Adat

23 Mei 2026 - 01:30 WIB

DPW PAN NTT Resmi Dilantik, Zulkifli Hasan Tekankan Keberpihakan pada Rakyat

15 Mei 2026 - 16:13 WIB

GMKI Kupang Kecam Represivitas Aparat dalam Aksi Cipayung Plus, Janjikan Aksi Jilid III ‎

15 Mei 2026 - 11:17 WIB

Diskusi “Menolak Punah” Bongkar Dampak Nyata Krisis Sampah di NTT

6 Mei 2026 - 05:01 WIB

Nobar dan Diskusi Film “Menolak Punah” Jadi Ruang Refleksi Isu Lingkungan di Kupang

5 Mei 2026 - 16:10 WIB

Trending di Ekonomi & Ekologi