Koordinator lapangan aksi, Ucil Borjuasi, membuka orasi politik dengan menyerukan tiga musuh rakyat, yakni imperialisme, feodalisme, dan kapitalis birokrat. Dalam orasinya, ia menyampaikan, “Hancurkan imperialisme, musnahkan feodalisme, dan lawan kapitalis birokrat sebagai musuh rakyat.”
Ia juga menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang disebutnya sebagai “boneka Amerika” serta rezim yang dinilai anti-rakyat, anti-demokrasi, dan tidak berpihak pada masyarakat miskin.
Menurutnya, aksi tersebut digelar sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak pada kepentingan rakyat.
Ucil juga menyoroti kondisi buruh yang dinilainya semakin teralienasi dari hasil kerja mereka sendiri. Ia menyebut masih banyak buruh menerima upah di bawah standar, tidak mendapatkan jaminan sosial yang layak, serta mengalami jam kerja berlebih hingga mencapai 15 jam per hari.
“Ini merupakan bentuk eksploitasi terhadap buruh,” ujarnya.












