Menu ✖

Mode Gelap
SPBU Oesapa dan Liliba Sebut Stok Pertalite Aman di Tengah Antrean Kendaraan Diskusi ASTRIA INITIA di Kupang Bahas Polemik Ijazah Gibran, Batas Kewenangan MK, hingga Arah Demokrasi Indonesia FSPMI NTT Soroti RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Desak Upah Layak hingga Kepastian Kerja Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

Politik & Hukum

GMKI Kupang Kecam Represivitas Aparat dalam Aksi Cipayung Plus, Janjikan Aksi Jilid III ‎

badge-check


					Ketua Cabang GMKI Kupang, Andraviani F. U. Laiya. Foto: Dok. Pribadi/ Perbesar

Ketua Cabang GMKI Kupang, Andraviani F. U. Laiya. Foto: Dok. Pribadi/

‎Ia juga mengecam penggunaan water cannon yang dinilai tidak proporsional dan justru memicu hilangnya kontrol situasi.
‎Menanggapi kekerasan tersebut,Ia menginformasikan bahwa aliansi telah melaporkan kejadian ini ke Polda NTT pada hari kejadian. Korban dengan luka kepala dan benjolan telah menjalani visum dan pembuatan Berita Acara Pemeriksaan.
‎
‎”Saat ini kami terus mengawal proses hukum tersebut. Kami mengumpulkan bukti-bukti berupa rekaman video untuk memperkuat tuntutan kami. Jika terbukti ada aparat yang melakukan pelanggaran, GMKI dan Cipayung Plus akan terus menekan hingga ada keadilan,” ujarnya.
‎
‎Terkait rencana selanjutnya, Andraviani mengonfirmasi bahwa aksi jilid ketiga akan digelar. Konsolidasi massa dijadwalkan berlangsung pada Sabtu dan Minggu mendatang. Aksi ini akan kembali menyuarakan isu-isu sebelumnya yang belum ditangani serius oleh Pemprov NTT, sekaligus menuntut pertanggungjawaban atas tindakan represif aparat.
‎
‎”Konsistensi adalah kunci advokasi kami. Menang atau kalah adalah bagian dari perjuangan, tetapi kami tidak akan berhenti sampai isu-isu ini mendapatkan solusi nyata,” pungkas Andraviani.
‎
‎Ia menutup dengan harapan agar Kepolisian NTT meningkatkan kapasitas mitigasi dan manajemen pengamanan aksi, serta memilih personel yang mampu bersikap dinamis namun tetap profesional. Bagi Pemerintah Daerah, ia menekankan kewajiban moral dan hukum untuk mendengarkan aspirasi rakyat, terutama mereka yang paling terdampak oleh kebijakan yang tidak adil.**

Kontributor: Yanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan

9 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran

11 September 2026 - 16:00 WIB

Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

11 September 2026 - 05:27 WIB

BEM Undana Dorong Pembebasan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Flores

11 September 2026 - 05:14 WIB

Mahasiswa UNWIRA Soroti Ketimpangan Struktural di NTT, Kritik Tata Kelola Pemerintahan

7 September 2026 - 16:02 WIB

Trending di Suara Mahasiswa