KupangTimurInsight, Kupang – Ketua Umum Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Kupang, Wahidin Sara, S.Pd., menilai sejumlah program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput. Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai di Kampus Muhammadiyah Kupang, Sabtu (30/05/2026).
Menurut Wahidin, salah satu program yang perlu mendapat perhatian adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai program tersebut menyerap anggaran yang besar sehingga pemerintah perlu memastikan bahwa sektor lain, seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, tetap memperoleh perhatian yang memadai.
“Program-program pemerintah harus benar-benar memberikan dampak langsung kepada masyarakat, khususnya kelompok yang masih menghadapi berbagai kesulitan ekonomi,” ujarnya.
Selain MBG, IMM Kota Kupang juga menyoroti pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Wahidin menilai pengelolaan program tersebut belum sepenuhnya berjalan secara profesional dan manfaatnya belum dirasakan secara luas oleh masyarakat di berbagai daerah.
Ia mengkritisi tata kelola program yang menurutnya masih kurang terbuka serta perlu memberikan ruang yang lebih besar bagi partisipasi masyarakat dalam proses pelaksanaannya. Menurutnya, program-program pemberdayaan seharusnya dikelola secara transparan dan berbasis kebutuhan masyarakat setempat.
“KDMP belum terlihat memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat kecil. Yang dibutuhkan adalah tata kelola yang baik, profesional, dan benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat,” katanya.












