Di sisi lain, Wahidin mengakui adanya sejumlah capaian pemerintah di bidang pendidikan. Ia mencontohkan program revitalisasi sekolah dan pembangunan sekolah tangguh bencana yang dinilai telah memberikan manfaat di beberapa wilayah, termasuk kawasan terdampak erupsi Gunung Lewotobi.
Menurutnya, pembangunan fisik juga terlihat di sejumlah daerah, termasuk Kota Kupang. Namun demikian, ia berpandangan bahwa berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat masih perlu diperkuat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.
Wahidin juga menyoroti kondisi ekonomi masyarakat Nusa Tenggara Timur yang masih menghadapi berbagai tantangan. Ia menilai rendahnya daya beli masyarakat, keterbatasan lapangan kerja, serta ketergantungan daerah terhadap dana transfer pusat menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.
Selain itu, ia menyinggung belum optimalnya sejumlah program yang diarahkan untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat dan UMKM. Menurutnya, program-program tersebut perlu dipastikan berjalan secara efektif agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.
Dalam pandangan IMM Kota Kupang, keberhasilan suatu program sangat bergantung pada kualitas manajemen dan kapasitas para pelaksananya. Karena itu, Wahidin menekankan pentingnya menempatkan sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki kemampuan yang sesuai dalam mengelola program-program strategis pemerintah.
“Program yang baik harus dikelola oleh orang-orang yang memiliki kompetensi, kapabilitas, dan integritas sehingga tujuan yang ingin dicapai dapat benar-benar terwujud,” tegasnya.












