Menu ✖

Mode Gelap
SPBU Oesapa dan Liliba Sebut Stok Pertalite Aman di Tengah Antrean Kendaraan Diskusi ASTRIA INITIA di Kupang Bahas Polemik Ijazah Gibran, Batas Kewenangan MK, hingga Arah Demokrasi Indonesia FSPMI NTT Soroti RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Desak Upah Layak hingga Kepastian Kerja Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

Suara Mahasiswa

IMM Kota Kupang Nilai Program MBG dan KDMP Belum Menyentuh Masyarakat Kecil

badge-check


					Ketua Umum Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Kupang, Wahidin Sara, S.Pd., Foto:Dok Yanto/ Perbesar

Ketua Umum Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Kupang, Wahidin Sara, S.Pd., Foto:Dok Yanto/

Di sisi lain, Wahidin mengakui adanya sejumlah capaian pemerintah di bidang pendidikan. Ia mencontohkan program revitalisasi sekolah dan pembangunan sekolah tangguh bencana yang dinilai telah memberikan manfaat di beberapa wilayah, termasuk kawasan terdampak erupsi Gunung Lewotobi.

Menurutnya, pembangunan fisik juga terlihat di sejumlah daerah, termasuk Kota Kupang. Namun demikian, ia berpandangan bahwa berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat masih perlu diperkuat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.

Wahidin juga menyoroti kondisi ekonomi masyarakat Nusa Tenggara Timur yang masih menghadapi berbagai tantangan. Ia menilai rendahnya daya beli masyarakat, keterbatasan lapangan kerja, serta ketergantungan daerah terhadap dana transfer pusat menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.

Selain itu, ia menyinggung belum optimalnya sejumlah program yang diarahkan untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat dan UMKM. Menurutnya, program-program tersebut perlu dipastikan berjalan secara efektif agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Dalam pandangan IMM Kota Kupang, keberhasilan suatu program sangat bergantung pada kualitas manajemen dan kapasitas para pelaksananya. Karena itu, Wahidin menekankan pentingnya menempatkan sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki kemampuan yang sesuai dalam mengelola program-program strategis pemerintah.

“Program yang baik harus dikelola oleh orang-orang yang memiliki kompetensi, kapabilitas, dan integritas sehingga tujuan yang ingin dicapai dapat benar-benar terwujud,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan

9 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran

11 September 2026 - 16:00 WIB

Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

11 September 2026 - 05:27 WIB

BEM Undana Dorong Pembebasan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Flores

11 September 2026 - 05:14 WIB

Mahasiswa UNWIRA Soroti Ketimpangan Struktural di NTT, Kritik Tata Kelola Pemerintahan

7 September 2026 - 16:02 WIB

Trending di Suara Mahasiswa