Menu

Mode Gelap
Aksi Seribu Lilin, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Flores KPA melalui GESLA Salurkan 4 Ton Beras untuk Korban Gempa di Flores Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Flobamoratas Dorong Perlindungan Ruang Hidup

Suara Mahasiswa

IMM Kota Kupang Nilai Program MBG dan KDMP Belum Menyentuh Masyarakat Kecil

badge-check


					Ketua Umum Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Kupang, Wahidin Sara, S.Pd., Foto:Dok Yanto/ Perbesar

Ketua Umum Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Kupang, Wahidin Sara, S.Pd., Foto:Dok Yanto/

Di sisi lain, Wahidin mengakui adanya sejumlah capaian pemerintah di bidang pendidikan. Ia mencontohkan program revitalisasi sekolah dan pembangunan sekolah tangguh bencana yang dinilai telah memberikan manfaat di beberapa wilayah, termasuk kawasan terdampak erupsi Gunung Lewotobi.

Menurutnya, pembangunan fisik juga terlihat di sejumlah daerah, termasuk Kota Kupang. Namun demikian, ia berpandangan bahwa berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat masih perlu diperkuat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.

Wahidin juga menyoroti kondisi ekonomi masyarakat Nusa Tenggara Timur yang masih menghadapi berbagai tantangan. Ia menilai rendahnya daya beli masyarakat, keterbatasan lapangan kerja, serta ketergantungan daerah terhadap dana transfer pusat menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.

Selain itu, ia menyinggung belum optimalnya sejumlah program yang diarahkan untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat dan UMKM. Menurutnya, program-program tersebut perlu dipastikan berjalan secara efektif agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Dalam pandangan IMM Kota Kupang, keberhasilan suatu program sangat bergantung pada kualitas manajemen dan kapasitas para pelaksananya. Karena itu, Wahidin menekankan pentingnya menempatkan sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki kemampuan yang sesuai dalam mengelola program-program strategis pemerintah.

“Program yang baik harus dikelola oleh orang-orang yang memiliki kompetensi, kapabilitas, dan integritas sehingga tujuan yang ingin dicapai dapat benar-benar terwujud,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LMID Eksekutif Kota Kupang: Kongres XII Harus Jadi Momentum Kebangkitan Gerakan Kaum Muda

8 Agustus 2026 - 04:30 WIB

Tarian Wisisi Warnai Jalanan Kupang, Aksi Galang Dana FOKMAP-NTT Tuai Simpati Warga

16 Juli 2026 - 15:28 WIB

Aliansi PERISAI NTT Aksi Tuntut Penegakan Hukum dan Kesejahteraan Rakyat

21 Juni 2026 - 15:21 WIB

Resmi Berdiri, UKM Pers UM.KOE Siap Kawal Isu Rakyat Lewat Karya Jurnalistik

11 Juni 2026 - 14:40 WIB

Ketua FOKMAP-NTT: Terpilihnya Yali Faryon Membuka Ruang Persatuan Mahasiswa Papua dan Organisasi Gerakan

9 Juni 2026 - 14:38 WIB

Trending di Suara Mahasiswa