Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Papua di NTT Dorong Persatuan dan Kesadaran Bangun Daerah Perkuat Solidaritas di Tanah Rantau, FOKMAP-NTT Rayakan Dies Natalis ke-IX di Kupang Perumda Pasar Gandeng UNDANA Cari Solusi Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino yang Sepi Pengunjung Rally Bistolen: Film “Pesta Babi” Ungkap Dampak Pembangunan terhadap Masyarakat Adat KPBH Kolhua Gelar Nobar Film “Pesta Babi”Refleksi Kritis Dampak PSN terhadap Masyarakat Adat IMMALA Kupang Gelar Nobar “Pesta Babi” Sebut Kebijakan PSN di Papua Bentuk Kolonialisme Modern

Ekonomi & Ekologi

Kondisi Ketenagakerjaan Kota Kupang Dinilai Terkendali, Disnaker Soroti Upah, PHK, dan Jaminan Sosial

badge-check


					Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnaker) Kota Kupang, Thomas Didimus Dagang, S.Sos., M.Si. Foto:Dok. Yanto/ Perbesar

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnaker) Kota Kupang, Thomas Didimus Dagang, S.Sos., M.Si. Foto:Dok. Yanto/

Dalam upaya memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Disnaker mengandalkan sosialisasi dan kerja sama dengan pihak terkait, mengingat adanya keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi di lingkungan pemerintah kota.

Menjelang Hari Buruh Internasional (May Day), ia menyebut peringatan tersebut sebagai momentum refleksi bagi para pekerja.

“Silakan menyampaikan aspirasi, itu hak setiap orang. Namun, lakukan dengan cara yang baik tanpa menjatuhkan pihak lain. Jika ada masalah, sebaiknya diselesaikan secara dialog,” pesannya.

Ia juga menyoroti adanya pemotongan anggaran pemerintah hingga 30 persen dari pusat yang berdampak pada pelaksanaan program ketenagakerjaan.

“Kami tetap menjalankan tugas sebagai abdi negara meskipun dalam keterbatasan,” ujarnya.

Ke depan, Disnaker Kota Kupang berencana memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sekolah kejuruan dan perguruan tinggi, sebagai upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja.

“Jika anggaran terbatas, maka kolaborasi menjadi solusi. Pemerintah, pengusaha, dan pekerja harus saling terhubung dan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” jelasnya.

Sebagai penutup, ia menekankan pentingnya membangun hubungan kerja yang harmonis dengan mengedepankan nilai kebersamaan dan saling menghargai.

“Jika ada masalah, selesaikan dengan baik dan terbuka. Tidak ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan jika kita mau berdialog,” tutupnya.

 
Kontributor: Yanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perumda Pasar Gandeng UNDANA Cari Solusi Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino yang Sepi Pengunjung

23 Mei 2026 - 05:47 WIB

Rally Bistolen: Film “Pesta Babi” Ungkap Dampak Pembangunan terhadap Masyarakat Adat

23 Mei 2026 - 02:18 WIB

KPBH Kolhua Gelar Nobar Film “Pesta Babi”Refleksi Kritis Dampak PSN terhadap Masyarakat Adat

23 Mei 2026 - 01:30 WIB

IMMALA Kupang Gelar Nobar “Pesta Babi” Sebut Kebijakan PSN di Papua Bentuk Kolonialisme Modern

16 Mei 2026 - 07:53 WIB

DPW PAN NTT Resmi Dilantik, Zulkifli Hasan Tekankan Keberpihakan pada Rakyat

15 Mei 2026 - 16:13 WIB

Trending di Politik & Hukum