Dalam upaya memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Disnaker mengandalkan sosialisasi dan kerja sama dengan pihak terkait, mengingat adanya keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi di lingkungan pemerintah kota.
Menjelang Hari Buruh Internasional (May Day), ia menyebut peringatan tersebut sebagai momentum refleksi bagi para pekerja.
“Silakan menyampaikan aspirasi, itu hak setiap orang. Namun, lakukan dengan cara yang baik tanpa menjatuhkan pihak lain. Jika ada masalah, sebaiknya diselesaikan secara dialog,” pesannya.
Ia juga menyoroti adanya pemotongan anggaran pemerintah hingga 30 persen dari pusat yang berdampak pada pelaksanaan program ketenagakerjaan.
“Kami tetap menjalankan tugas sebagai abdi negara meskipun dalam keterbatasan,” ujarnya.
Ke depan, Disnaker Kota Kupang berencana memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sekolah kejuruan dan perguruan tinggi, sebagai upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja.
“Jika anggaran terbatas, maka kolaborasi menjadi solusi. Pemerintah, pengusaha, dan pekerja harus saling terhubung dan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” jelasnya.
Sebagai penutup, ia menekankan pentingnya membangun hubungan kerja yang harmonis dengan mengedepankan nilai kebersamaan dan saling menghargai.
“Jika ada masalah, selesaikan dengan baik dan terbuka. Tidak ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan jika kita mau berdialog,” tutupnya.
Kontributor: Yanto










