Menu

Mode Gelap
Aksi Seribu Lilin, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Flores KPA melalui GESLA Salurkan 4 Ton Beras untuk Korban Gempa di Flores Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Flobamoratas Dorong Perlindungan Ruang Hidup

Ekonomi & Ekologi

Kondisi Ketenagakerjaan Kota Kupang Dinilai Terkendali, Disnaker Soroti Upah, PHK, dan Jaminan Sosial

badge-check


					Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnaker) Kota Kupang, Thomas Didimus Dagang, S.Sos., M.Si. Foto:Dok. Yanto/ Perbesar

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnaker) Kota Kupang, Thomas Didimus Dagang, S.Sos., M.Si. Foto:Dok. Yanto/

Dalam upaya memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Disnaker mengandalkan sosialisasi dan kerja sama dengan pihak terkait, mengingat adanya keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi di lingkungan pemerintah kota.

Menjelang Hari Buruh Internasional (May Day), ia menyebut peringatan tersebut sebagai momentum refleksi bagi para pekerja.

“Silakan menyampaikan aspirasi, itu hak setiap orang. Namun, lakukan dengan cara yang baik tanpa menjatuhkan pihak lain. Jika ada masalah, sebaiknya diselesaikan secara dialog,” pesannya.

Ia juga menyoroti adanya pemotongan anggaran pemerintah hingga 30 persen dari pusat yang berdampak pada pelaksanaan program ketenagakerjaan.

“Kami tetap menjalankan tugas sebagai abdi negara meskipun dalam keterbatasan,” ujarnya.

Ke depan, Disnaker Kota Kupang berencana memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sekolah kejuruan dan perguruan tinggi, sebagai upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja.

“Jika anggaran terbatas, maka kolaborasi menjadi solusi. Pemerintah, pengusaha, dan pekerja harus saling terhubung dan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” jelasnya.

Sebagai penutup, ia menekankan pentingnya membangun hubungan kerja yang harmonis dengan mengedepankan nilai kebersamaan dan saling menghargai.

“Jika ada masalah, selesaikan dengan baik dan terbuka. Tidak ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan jika kita mau berdialog,” tutupnya.

 
Kontributor: Yanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KPA NTT Dorong Penyelesaian Konflik dan Pengakuan Hak atas Tanah Masyarakat

8 Agustus 2026 - 09:20 WIB

Dubes Australia Apresiasi Kolaborasi Pemkot Kupang dan UNICEF dalam Penanganan Anak Zero-Dose

30 Juli 2026 - 15:52 WIB

KSPSI NTT Ajak Buruh dan Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Dinamika Ekonomi Global Saat Nobar Piala Dunia di Kupang

16 Juni 2026 - 05:38 WIB

PERMMABAR Kupang Bedah Pancasila dan Keadilan Sosial di Tengah Arus Pariwisata Super Premium Labuan Bajo

6 Juni 2026 - 16:57 WIB

FMN Kupang Bedah Film “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”, Bahas Dampak PSN di Papua dan NTT

29 Mei 2026 - 15:51 WIB

Trending di Suara Mahasiswa