Menu

Mode Gelap
Aliansi PERISAI NTT Aksi Tuntut Penegakan Hukum dan Kesejahteraan Rakyat KSPSI NTT Ajak Buruh dan Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Dinamika Ekonomi Global Saat Nobar Piala Dunia di Kupang Resmi Berdiri, UKM Pers UM.KOE Siap Kawal Isu Rakyat Lewat Karya Jurnalistik Ketua FOKMAP-NTT: Terpilihnya Yali Faryon Membuka Ruang Persatuan Mahasiswa Papua dan Organisasi Gerakan LMID di Bawah Kepemimpinan Yali Faryon Berkomitmen Kawal Suara Rakyat dan Papua Serangan Jantung Kini Mengintai Generasi Muda NTT

Suara Mahasiswa

Koordinator Lapangan Aksi May Day dan Hardiknas FMN Kupang Tuntut Keadilan Buruh dan Pendidikan

badge-check


					Koordinator Lapangan aksi FMN peringatan May Day dan Hardiknas, Ucil Borjuasi. Foto: Dok. Pribadi/ Perbesar

Koordinator Lapangan aksi FMN peringatan May Day dan Hardiknas, Ucil Borjuasi. Foto: Dok. Pribadi/

KupangTimurInsight, Kupang— Koordinator Lapangan aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Ucil Borjuasi, menyampaikan latar belakang aksi saat diwawancarai pada Senin (4/5/2026).

Ucil menjelaskan bahwa aksi tersebut dipicu oleh situasi global yang berdampak pada kondisi dalam negeri, khususnya terhadap kaum buruh dan tani. Ia menilai kondisi ini berkaitan dengan eskalasi konflik di Selat Hormuz yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

“Situasi geopolitik ini berdampak langsung pada Indonesia. Akibat peperangan, produksi yang seharusnya didistribusikan ke luar negeri mengalami penumpukan. Dampak lanjutannya adalah terjadinya PHK massal besar-besaran di Indonesia, khususnya di sektor perusahaan otomotif dan tekstil,” ujarnya.

Di sektor pendidikan, massa aksi menuntut pengembalian dan realisasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen sesuai amanat undang-undang. Ucil juga menyoroti adanya pemotongan anggaran pendidikan sebesar Rp233 triliun yang dinilai membuat biaya pendidikan semakin mahal dan tidak terjangkau oleh masyarakat miskin.

“Momentum May Day dan Hardiknas dipilih karena keduanya memiliki sejarah panjang perjuangan. May Day mencatat bagaimana buruh di seluruh dunia menuntut jam kerja dan upah layak. Sejarah ini perlu dipertahankan karena hari ini buruh di Indonesia masih menghadapi jam kerja tinggi dengan upah di bawah UMP,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aliansi PERISAI NTT Aksi Tuntut Penegakan Hukum dan Kesejahteraan Rakyat

21 Juni 2026 - 15:21 WIB

KSPSI NTT Ajak Buruh dan Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Dinamika Ekonomi Global Saat Nobar Piala Dunia di Kupang

16 Juni 2026 - 05:38 WIB

Resmi Berdiri, UKM Pers UM.KOE Siap Kawal Isu Rakyat Lewat Karya Jurnalistik

11 Juni 2026 - 14:40 WIB

Ketua FOKMAP-NTT: Terpilihnya Yali Faryon Membuka Ruang Persatuan Mahasiswa Papua dan Organisasi Gerakan

9 Juni 2026 - 14:38 WIB

LMID di Bawah Kepemimpinan Yali Faryon Berkomitmen Kawal Suara Rakyat dan Papua

9 Juni 2026 - 14:06 WIB

Trending di Suara Mahasiswa