Ia juga menyebut bahwa orientasi pendidikan saat ini telah bergeser ke arah pasar, yang menurutnya merupakan dampak dari kebijakan sejak masa Orde Baru.
Dalam aksi tersebut, aliansi yang terdiri dari Persatuan Mahasiswa Manggarai Barat (PERMMABAR) dan Front Mahasiswa Nasional (FMN) Cabang Kupang menyampaikan beberapa tuntutan, yaitu:
1. Mendesak Indonesia keluar dari Board of Peace (B.O.P) dan menolak pengeluaran dana negara sebesar Rp17 triliun.
2. Mengembalikan dana pendidikan yang dialihkan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta merealisasikan anggaran pendidikan 20 persen secara utuh.
3. Memberikan kepastian hukum bagi masyarakat Ndao di Kabupaten Ende yang tergusur serta meminta pertanggungjawaban atas wacana PHK terhadap 9.000 tenaga honorer (P3K).











