Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Papua di NTT Dorong Persatuan dan Kesadaran Bangun Daerah Perkuat Solidaritas di Tanah Rantau, FOKMAP-NTT Rayakan Dies Natalis ke-IX di Kupang Perumda Pasar Gandeng UNDANA Cari Solusi Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino yang Sepi Pengunjung Rally Bistolen: Film “Pesta Babi” Ungkap Dampak Pembangunan terhadap Masyarakat Adat KPBH Kolhua Gelar Nobar Film “Pesta Babi”Refleksi Kritis Dampak PSN terhadap Masyarakat Adat IMMALA Kupang Gelar Nobar “Pesta Babi” Sebut Kebijakan PSN di Papua Bentuk Kolonialisme Modern

Nasional

Nobar dan Diskusi Film di Kupang, Yayasan PIKUL Soroti Isu Kolonialisme Modern di Papua

badge-check


					Foto bersama usai diskusi.Foto:Dok.Yanto/ Perbesar

Foto bersama usai diskusi.Foto:Dok.Yanto/

KupangTimurInsight, Kota Kupang – Yayasan PIKUL menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film yang berjudul “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”. Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang pemutaran film, melainkan sebagai ruang refleksi untuk memahami situasi yang tengah terjadi di Papua saat ini. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi sejumlah pihak, antara lain Jubi.id, Pusaka, Watchdoc, LBH Papua Merauke dan Yayasan PIKUL. Acara tersebut menarik perhatian publik dan berlangsung dengan penuh khidmat.

Usai pemutaran, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama narasumber Adriana Nomleni dari Yayasan PIKUL. Dalam diskusi, ia menegaskan bahwa terdapat relasi yang erat antara manusia dan alam yang sarat dengan berbagai pemaknaan.

“Hutan memiliki keanekaragaman hayati yang menjadi sumber kehidupan masyarakat. Lebih dari itu, hutan juga memiliki relasi spiritual. Jika hutan dirusak, maka relasi manusia dengan Tuhan dan leluhur pun akan hilang,” ujarnya di Kantor Yayasan PIKUL, Fatululi, Kota Kupang, Jumat (17/04/2026).

Menurutnya, model pembangunan yang berjalan saat ini justru mendorong hubungan manusia dan alam menjadi semakin tidak harmonis. “Berdasarkan riset yang ditemukan, pola yang terjadi cenderung sama,”jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPW PAN NTT Resmi Dilantik, Zulkifli Hasan Tekankan Keberpihakan pada Rakyat

15 Mei 2026 - 16:13 WIB

GMKI Kupang Kecam Represivitas Aparat dalam Aksi Cipayung Plus, Janjikan Aksi Jilid III ‎

15 Mei 2026 - 11:17 WIB

GMKI Kupang Desak Polisi Bongkar Tuntas Kematian Fika Serwutun: Jangan Ada Rekayasa Kasus

15 Mei 2026 - 11:07 WIB

Kuliah Umum di Stikom Uyelindo, Menko Pangan Tekankan Peran Mahasiswa IT dalam Ketahanan Pangan Nasional

15 Mei 2026 - 06:53 WIB

Diskusi “Menolak Punah” Bongkar Dampak Nyata Krisis Sampah di NTT

6 Mei 2026 - 05:01 WIB

Trending di Ekonomi & Ekologi