Adriana juga menyoroti bahwa pengambilan keputusan dalam model pembangunan kerap tidak melibatkan masyarakat dan penolakan dari warga sering kali diabaikan. Narasi pembangunan yang diklaim untuk membuka lapangan pekerjaan, justru berpotensi menghilangkan akses masyarakat terhadap ruang hidupnya.
“Perlu dipertanyakan, siapa sebenarnya yang diuntungkan dari proyek strategis nasional tersebut. Tidak jarang masyarakat justru menjadi pihak yang dirugikan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa model pembangunan tersebut memunculkan berbagai bentuk kerentanan, di antaranya yang pertama, kerentanan ekologis: hilangnya hutan dan ekosistem. Kedua, kerentanan kehidupan: hilangnya tanah adat dan rusaknya ekonomi tradisional. Tiga, kerentanan politik dan keamanan: masyarakat berhadapan dengan negara, militer, dan investor. Empat, kerentanan budaya dan identitas dan terakhir, kerentanan psikososial.











