Menu ✖

Mode Gelap
SPBU Oesapa dan Liliba Sebut Stok Pertalite Aman di Tengah Antrean Kendaraan Diskusi ASTRIA INITIA di Kupang Bahas Polemik Ijazah Gibran, Batas Kewenangan MK, hingga Arah Demokrasi Indonesia FSPMI NTT Soroti RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Desak Upah Layak hingga Kepastian Kerja Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

Headline

Tak Hanya Aksi, FMN Kupang–BEM Unwira Gelar Diskusi Publik di May Day 2026

badge-check


					Tak Hanya Aksi, FMN Kupang–BEM Unwira Gelar Diskusi Publik di May Day 2026 Perbesar

KupangTimurInsight, Kupang – BEM PT Unwira Kupang dan FMN Kupang menggelar diskusi publik untuk memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026. Dalam diskusi publik yang digelar di Aula St. Hendrikus Unwira Kupang, Jumat (1/5/2026), mahasiswa menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Kepala Dinsos Nakertrans Provinsi NTT Yosef Rasi, Ketua KSPSI NTT Stanis Tefa, Sekretaris Apindo NTT Toni Angtariksa Dima, dan akademisi FISIP Undana Ernestus Holivil.

Ketua KSPSI NTT, Stanis Tefa,SH menegaskan bahwa persoalan mendasar buruh di NTT belum pernah benar-benar diselesaikan. “Masih banyak pekerja yang haknya belum dibayar sesuai standar. Persoalan upah, jam kerja, hingga perlindungan tenaga kerja masih menjadi keluhan utama,” tegas Stanis.

Ia menyebut perselisihan hubungan industrial di NTT masih berkutat pada empat masalah klasik perselisihan hak, perselisihan kepentingan, pemutusan hubungan kerja (PHK), serta konflik antar serikat pekerja.

Menurutnya, pekerja di NTT masih menghadapi kenyataan pahit berupa upah yang tidak layak, jam kerja yang kerap melanggar aturan, dan lemahnya perlindungan hukum.

Sementara itu, Sekretaris Apindo NTT, Toni Angtariksa Dima, mengakui bahwa perlindungan pekerja masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Namun ia menilai ada hambatan administratif, terutama pada kelengkapan data pekerja yang berdampak pada proses BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

Di sisi lain, Toni menyoroti beratnya beban pengusaha di NTT akibat tingginya biaya logistik dari luar daerah yang berdampak pada harga produksi.

“Biaya pengiriman terus naik, tetapi pengusaha juga ditekan agar tidak menaikkan harga. Ini menciptakan tekanan ekonomi tersendiri,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ribuan Warga Padati CFD Kupang, Sambut Kehadiran Jokowi dengan Antusias

1 Agustus 2026 - 06:29 WIB

Wawali Kota Kupang Luncurkan Program PKM Berdampak 2026

30 Juli 2026 - 16:07 WIB

Resmi Berdiri, UKM Pers UM.KOE Siap Kawal Isu Rakyat Lewat Karya Jurnalistik

11 Juni 2026 - 14:40 WIB

GMNI Kupang Gelar Diskusi “Membaca Soekarno dari Kiri”, Bahas Pancasila, Marhaenisme dan Tantangan Demokrasi

3 Juni 2026 - 14:31 WIB

IMM Kupang Gelar Nobar Film Tanah Air Beta, Bahas Nasionalisme dan Persatuan Bangsa

31 Mei 2026 - 11:06 WIB

Trending di Pendidikan & Teknologi