Menu ✖

Mode Gelap
SPBU Oesapa dan Liliba Sebut Stok Pertalite Aman di Tengah Antrean Kendaraan Diskusi ASTRIA INITIA di Kupang Bahas Polemik Ijazah Gibran, Batas Kewenangan MK, hingga Arah Demokrasi Indonesia FSPMI NTT Soroti RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Desak Upah Layak hingga Kepastian Kerja Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

Headline

Tak Hanya Aksi, FMN Kupang–BEM Unwira Gelar Diskusi Publik di May Day 2026

badge-check


					Tak Hanya Aksi, FMN Kupang–BEM Unwira Gelar Diskusi Publik di May Day 2026 Perbesar

Namun pernyataan Apindo soal mendorong mahasiswa menjadi pengusaha menuai kritik tajam dari akademisi FISIP Undana, Ernestus Holivil.

Ernestus menilai narasi “semua harus jadi pengusaha” adalah penyederhanaan yang berbahaya di tengah krisis perlindungan pekerja.

“Saya tidak mengajar mahasiswa untuk sekadar menjadi pengusaha. Saya mengajar mereka untuk berpikir kritis. Indonesia bukan negara yang bisa dilihat semata dari logika kapital,” katanya.

Ia menyoroti model kerja digital seperti pengemudi ojek online yang bekerja siang malam, tetapi tetap tidak memiliki perlindungan ketenagakerjaan yang jelas.
“Orang bekerja tanpa batas waktu, tetapi negara seolah menutup mata. Ini bukan sekadar soal kerja, ini soal martabat manusia,” tegasnya.

Ernestus juga mengkritik praktik ketenagakerjaan sektor informal, termasuk pekerja warung yang kerap bekerja tanpa jaminan upah layak dan perlindungan.
Tak hanya itu, ia menyinggung minimnya akses tenaga kerja lokal terhadap lapangan pekerjaan, termasuk di kawasan wisata premium seperti Komodo.

“Negara sering bersembunyi di balik alasan skill dan kompetensi. Padahal masalah utamanya adalah kesempatan kerja. Kalau akses ditutup, bagaimana tenaga lokal bisa tumbuh?” katanya.

Ia juga mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam kebijakan penempatan pekerja migran Indonesia ke luar negeri, mengingat banyak pekerja Indonesia masih rentan eksploitasi dan belum mendapat perlindungan yang layak.***

Kontributor: 7unro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ribuan Warga Padati CFD Kupang, Sambut Kehadiran Jokowi dengan Antusias

1 Agustus 2026 - 06:29 WIB

Wawali Kota Kupang Luncurkan Program PKM Berdampak 2026

30 Juli 2026 - 16:07 WIB

Resmi Berdiri, UKM Pers UM.KOE Siap Kawal Isu Rakyat Lewat Karya Jurnalistik

11 Juni 2026 - 14:40 WIB

GMNI Kupang Gelar Diskusi “Membaca Soekarno dari Kiri”, Bahas Pancasila, Marhaenisme dan Tantangan Demokrasi

3 Juni 2026 - 14:31 WIB

IMM Kupang Gelar Nobar Film Tanah Air Beta, Bahas Nasionalisme dan Persatuan Bangsa

31 Mei 2026 - 11:06 WIB

Trending di Pendidikan & Teknologi