Menu ✖

Mode Gelap
SPBU Oesapa dan Liliba Sebut Stok Pertalite Aman di Tengah Antrean Kendaraan Diskusi ASTRIA INITIA di Kupang Bahas Polemik Ijazah Gibran, Batas Kewenangan MK, hingga Arah Demokrasi Indonesia FSPMI NTT Soroti RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Desak Upah Layak hingga Kepastian Kerja Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

Nasional

FKPTT Adukan Akun Media Sosial ke Polda NTT Terkait Tuduhan Monopoli Program MBG

badge-check


					Foto Bersama FKPTT usai membuat laporan Polisi. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Foto Bersama FKPTT usai membuat laporan Polisi. Foto: Dok. Yanto/

KupangTimurInsight, Kupang – Polemik terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Timur (NTT) memasuki babak baru. Ketua Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (FKPTT), Eurico Guterres, S.E., M.M., bersama jajaran pengurus secara resmi mengadukan akun media sosial berinisial “DT” ke Polda NTT, Senin (08/06/2026).

Pengaduan tersebut dilakukan setelah beredarnya unggahan di salah satu grup Facebook yang menuding adanya yayasan yang dikendalikan oleh “oknum eks Tim-Tim” yang menguasai distribusi Program MBG dari hulu hingga hilir. Dalam unggahan tersebut tertulis, “KAJATI AYO TANGKAP. DI NTT PARA MAFIA TITIK MBG DAN MAFIA YAYASAN MONOPOLI HULU SAMPAI HILIR ADALAH OKNUM EKS TIM2.”

Eurico Guterres menjelaskan bahwa kedatangan mereka ke Polda NTT bukan untuk melakukan aksi demonstrasi, melainkan untuk berdiskusi dan meminta penjelasan terkait isu yang berkembang di media sosial.

“Kami datang ke Polda bukan untuk aksi, tetapi untuk silaturahmi, berdiskusi, dan tukar pikiran dengan teman-teman di Polda tentang isu-isu yang cukup liar di media sosial,” ujarnya.

Menurut Eurico, penggunaan istilah “oknum” dalam narasi tersebut justru membangun persepsi negatif terhadap seluruh komunitas eks Timor Timur di NTT.

“Jika sudah membicarakan oknum, orang selalu berlindung di balik kata itu. Tetapi masalahnya, narasi yang dibangun seolah-olah oknum-oknum eks Tim-Tim menguasai program MBG dari hulu sampai hilir. Ini sama halnya dengan menggiring opini untuk membuat orang membenci kami,” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan logika dari tuduhan tersebut. Menurutnya, apabila benar ada mafia yang menguasai Program MBG, maka mustahil tidak diketahui oleh berbagai pihak yang terlibat dalam pengawasan dan pelaksanaannya.

“Apakah mereka semua tutup mata? Ini tidak masuk akal,” katanya, merujuk pada peran gubernur, bupati, wali kota, aparat kepolisian, TNI, hingga pemerintah desa.

FKPTT meminta kepolisian menelusuri dan memanggil pihak yang menyebarkan informasi tersebut agar dapat memberikan klarifikasi secara terbuka.

“Tolong Pak Polisi bantu kami cari siapa yang bicara di media sosial itu. Jika benar, kenapa tidak sebut nama saja? Katakanlah oknum yang dimaksud itu Eurico Guterres, misalnya. Supaya aparat penegak hukum, polisi, jaksa, dan KPK bisa memanggil saya untuk dimintai klarifikasi,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aliansi NTT Menggugat Soroti Sejumlah Persoalan di Kupang

27 Agustus 2026 - 14:40 WIB

Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan

21 Agustus 2026 - 00:01 WIB

Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita

15 Agustus 2026 - 05:24 WIB

Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir

15 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Flobamoratas Dorong Perlindungan Ruang Hidup

14 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Trending di Hukum