KupangTimurInsight, Kupang – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Kota Kupang menggandeng akademisi Universitas Nusa Cendana (UNDANA) untuk mencari solusi mengatasi sepinya pengunjung di sejumlah pasar tradisional milik Pemerintah Kota Kupang, khususnya Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencari konsep penataan dan pengembangan pasar agar aktivitas ekonomi di ketiga pasar bisa kembali ramai.
Hal itu disampaikan Kepala Bagian Teknik dan Pengembangan Perumda Pasar Kota Kupang, Jemrit Meyok, saat ditemui wartawan Kupang Timur INSIGHT.com di kantor Perumda Pasar, Jumat (22/05/2026).
Jemrit menjelaskan, Perumda sudah melakukan komunikasi awal dengan Fakultas Teknik UNDANA, khususnya Program Studi Arsitektur, untuk meminta bantuan kajian terkait pengembangan pasar.
“Kami menunggu hasil kajian bersama akademisi mengenai bagaimana cara meramaikan pasar tersebut. Mungkin ada konsep revitalisasi atau penataan ulang yang lebih modern. Kami berharap kajian ini bisa berjalan bulan depan sehingga bisa segera dieksekusi, termasuk melihat aspek anggaran,” ujarnya.
Menurut Jemrit, keterlibatan akademisi dianggap penting karena pola belanja masyarakat mulai berubah. Selain perkembangan transaksi online, banyak pedagang kini memilih berjualan di pinggir jalan dan mendekati kawasan permukiman warga.
Ia mencontohkan kondisi Pasar Alak yang dinilai kurang strategis karena berada di bagian belakang kawasan pasar sehingga masyarakat jarang masuk ke dalam.
“Banyak pedagang yang berjualan di luar pasar, mulai dari depan Angkatan Laut hingga pinggir-pinggir jalan. Mereka mendekatkan produk ke perumahan penduduk. Akibatnya, warga jarang masuk ke dalam pasar karena posisi pasarnya di belakang. Jika produk di luar rumah sudah tersedia dan harganya bersaing, pembeli tentu memilih yang lebih dekat,” jelasnya.











