Menu

Mode Gelap
Aksi Seribu Lilin, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Flores KPA melalui GESLA Salurkan 4 Ton Beras untuk Korban Gempa di Flores Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Flobamoratas Dorong Perlindungan Ruang Hidup

Ekonomi & Ekologi

Perumda Pasar Gandeng UNDANA Cari Solusi Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino yang Sepi Pengunjung

badge-check


					Kepala Bagian Teknik dan Pengembangan Perumda Pasar Kota Kupang, Jemrit Meyok aat ditemui wartawan Kupang Timur INSIGHT.com di kantor Perumda, Jumat (22/5/2026). Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Kepala Bagian Teknik dan Pengembangan Perumda Pasar Kota Kupang, Jemrit Meyok aat ditemui wartawan Kupang Timur INSIGHT.com di kantor Perumda, Jumat (22/5/2026). Foto: Dok. Yanto/

Selain faktor lokasi, Jemrit juga menyoroti minimnya variasi produk di dalam pasar. Saat ini, sebagian besar lapak hanya diisi pedagang sayur-mayur, sementara kios sembako dan bahan kering masih sangat terbatas.

Menurutnya, keberadaan sembako menjadi salah satu daya tarik utama agar masyarakat mau datang ke pasar.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk menambah bangunan kios khusus jual sembako dan bahan kering. Produk yang lengkap akan mendorong pembeli untuk masuk ke dalam pasar,” katanya.

Perumda juga telah menyiapkan rencana pengembangan untuk masing-masing pasar sesuai potensi wilayahnya.

Pasar Bimoku direncanakan menjadi pasar transit bagi distribusi sayur dan hasil dagangan dari kabupaten lain sebelum disalurkan ke wilayah lain.

Sementara Pasar Alak yang berada di kawasan industri juga diarahkan mendukung fungsi distribusi dan transit barang.

Sedangkan Pasar Kuanino dipertimbangkan untuk dikembangkan menjadi pasar organik atau pusat penjualan buah-buahan, sambil menunggu hasil kajian dari akademisi.

“Daya beli di wilayah Alak dan Bimoku sebenarnya ada, tetapi ketersediaan barang pokok di dalam pasar masih sedikit. Dengan adanya pilihan belanja yang lebih dekat di perumahan, transaksi di pasar menurun. Oleh karena itu, kita perlu strategi khusus,” papar Jemrit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KPA NTT Dorong Penyelesaian Konflik dan Pengakuan Hak atas Tanah Masyarakat

8 Agustus 2026 - 09:20 WIB

Dubes Australia Apresiasi Kolaborasi Pemkot Kupang dan UNICEF dalam Penanganan Anak Zero-Dose

30 Juli 2026 - 15:52 WIB

KSPSI NTT Ajak Buruh dan Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Dinamika Ekonomi Global Saat Nobar Piala Dunia di Kupang

16 Juni 2026 - 05:38 WIB

PERMMABAR Kupang Bedah Pancasila dan Keadilan Sosial di Tengah Arus Pariwisata Super Premium Labuan Bajo

6 Juni 2026 - 16:57 WIB

FMN Kupang Bedah Film “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”, Bahas Dampak PSN di Papua dan NTT

29 Mei 2026 - 15:51 WIB

Trending di Suara Mahasiswa