Sambil menunggu hasil kajian jangka panjang, Perumda saat ini fokus pada penataan kenyamanan, keamanan, dan kebersihan pasar sebagai langkah awal menarik kembali pengunjung.
“Kami berusaha menciptakan suasana aman dan nyaman bagi pembeli maupun pedagang agar mereka tetap bertahan. Salah satu strategi kami adalah menjaga stabilitas harga di dalam pasar agar menjadi harga pembanding. Misalnya, jika di luar pasar harga suatu barang Rp20.000, di dalam pasar mungkin hanya Rp10.000. Ini akan menarik pembeli untuk masuk,” ungkapnya.
Jemrit menegaskan hingga saat ini belum ada rencana relokasi pedagang. Fokus utama Perumda adalah memperbaiki fasilitas dan memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak.
Ia juga berharap ada dukungan dari instansi teknis, terutama terkait perbaikan bangunan dan infrastruktur pasar yang mulai rusak.
“Perumda bertugas sebagai pengelola, namun fasilitas bangunan dan infrastruktur jalan banyak yang rusak dan layak diganti. Karena aset bangunan berada di bawah dinas terkait, kami mengharapkan bantuan perbaikan fasilitas agar pasar lebih layak dan menarik,” pungkasnya.
Dengan kerja sama antara pemerintah, akademisi, dan pengelola pasar, Perumda berharap Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino bisa kembali ramai dan menjadi pusat ekonomi masyarakat di Kota Kupang.***
Kontributor: Yanto











