Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Papua di NTT Dorong Persatuan dan Kesadaran Bangun Daerah Perkuat Solidaritas di Tanah Rantau, FOKMAP-NTT Rayakan Dies Natalis ke-IX di Kupang Perumda Pasar Gandeng UNDANA Cari Solusi Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino yang Sepi Pengunjung Rally Bistolen: Film “Pesta Babi” Ungkap Dampak Pembangunan terhadap Masyarakat Adat KPBH Kolhua Gelar Nobar Film “Pesta Babi”Refleksi Kritis Dampak PSN terhadap Masyarakat Adat IMMALA Kupang Gelar Nobar “Pesta Babi” Sebut Kebijakan PSN di Papua Bentuk Kolonialisme Modern

Ekonomi & Ekologi

Perumda Pasar Gandeng UNDANA Cari Solusi Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino yang Sepi Pengunjung

badge-check


					Kepala Bagian Teknik dan Pengembangan Perumda Pasar Kota Kupang, Jemrit Meyok aat ditemui wartawan Kupang Timur INSIGHT.com di kantor Perumda, Jumat (22/5/2026). Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Kepala Bagian Teknik dan Pengembangan Perumda Pasar Kota Kupang, Jemrit Meyok aat ditemui wartawan Kupang Timur INSIGHT.com di kantor Perumda, Jumat (22/5/2026). Foto: Dok. Yanto/

Sambil menunggu hasil kajian jangka panjang, Perumda saat ini fokus pada penataan kenyamanan, keamanan, dan kebersihan pasar sebagai langkah awal menarik kembali pengunjung.

“Kami berusaha menciptakan suasana aman dan nyaman bagi pembeli maupun pedagang agar mereka tetap bertahan. Salah satu strategi kami adalah menjaga stabilitas harga di dalam pasar agar menjadi harga pembanding. Misalnya, jika di luar pasar harga suatu barang Rp20.000, di dalam pasar mungkin hanya Rp10.000. Ini akan menarik pembeli untuk masuk,” ungkapnya.

Jemrit menegaskan hingga saat ini belum ada rencana relokasi pedagang. Fokus utama Perumda adalah memperbaiki fasilitas dan memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak.

Ia juga berharap ada dukungan dari instansi teknis, terutama terkait perbaikan bangunan dan infrastruktur pasar yang mulai rusak.

“Perumda bertugas sebagai pengelola, namun fasilitas bangunan dan infrastruktur jalan banyak yang rusak dan layak diganti. Karena aset bangunan berada di bawah dinas terkait, kami mengharapkan bantuan perbaikan fasilitas agar pasar lebih layak dan menarik,” pungkasnya.

Dengan kerja sama antara pemerintah, akademisi, dan pengelola pasar, Perumda berharap Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino bisa kembali ramai dan menjadi pusat ekonomi masyarakat di Kota Kupang.***

Kontributor: Yanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rally Bistolen: Film “Pesta Babi” Ungkap Dampak Pembangunan terhadap Masyarakat Adat

23 Mei 2026 - 02:18 WIB

KPBH Kolhua Gelar Nobar Film “Pesta Babi”Refleksi Kritis Dampak PSN terhadap Masyarakat Adat

23 Mei 2026 - 01:30 WIB

IMMALA Kupang Gelar Nobar “Pesta Babi” Sebut Kebijakan PSN di Papua Bentuk Kolonialisme Modern

16 Mei 2026 - 07:53 WIB

DPW PAN NTT Resmi Dilantik, Zulkifli Hasan Tekankan Keberpihakan pada Rakyat

15 Mei 2026 - 16:13 WIB

Harga Bahan Pokok di Kupang Naik, Pemkot Pastikan Stok Tetap Aman

14 Mei 2026 - 16:11 WIB

Trending di Ekonomi & Ekologi