Menu ✖

Mode Gelap
SPBU Oesapa dan Liliba Sebut Stok Pertalite Aman di Tengah Antrean Kendaraan Diskusi ASTRIA INITIA di Kupang Bahas Polemik Ijazah Gibran, Batas Kewenangan MK, hingga Arah Demokrasi Indonesia FSPMI NTT Soroti RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Desak Upah Layak hingga Kepastian Kerja Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

Nasional

Aliansi NTT Menggugat Soroti Sejumlah Persoalan di Kupang

badge-check


					Pelaksanaan Aksi . Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Pelaksanaan Aksi . Foto: Dok. Yanto/

Sementara itu, Ketua BLM FKP Undana, Resno Umse, mengatakan mahasiswa harus turun ke jalan untuk menyuarakan suara rakyat dan orang-orang yang tertindas.

“Maka kita harus turun di jalan untuk menyuarakan, menyampaikan suara-suara rakyat, suara-suara orang tertindas sehingga elit-elit bisa mendengarkan suara kita hari ini. Rezim Prabowo, teman-teman, sudah bisa kita katakan gagal,” katanya.

Ia mengatakan pendidikan merupakan senjata paling ampuh, namun menurutnya pendidikan belum menjadi prioritas pemerintahan Prabowo.

“Perlu kita ketahui bahwa senjata yang paling ampuh di dunia ini adalah pendidikan, tetapi sampai hari ini yang diprioritaskan oleh Prabowo bukanlah pendidikan. Sekarang ini, yang diprioritaskan oleh Prabowo adalah politik balas budi yang di mana lewat program-program MBG, lewat program-program Koperasi Desa Merah Putih,” ujarnya.

“Di situlah tempat politiknya, politik balas budinya Prabowo, teman-teman. Dan hari ini, kita katakan bahwa rezim Prabowo sampai hari ini telah gagal,” lanjutnya.

Ia juga menyoroti Program Strategis Nasional (PSN).

“PSN-PSN yang dikatakan oleh Prabowo itu PSN yang sudah lama tetapi hanya ganti covernya, teman-teman,” katanya.

Menurutnya, pada periode-periode sebelumnya telah banyak program pembangunan strategis nasional yang disebut untuk kemajuan rakyat.

“Kita melihat bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, pada periode-periode sebelumnya, terlalu banyak program-program yang dikatakan pembangunan strategis nasional untuk kemajuan rakyat. Tetapi hari ini adalah, hari ini yang kita perlu pertanyakan, teman-teman. Rakyat siapa yang merdeka? Rakyat siapa yang sejahtera?” ujarnya.

Ia mengatakan masyarakat masih menghadapi berbagai persoalan kebutuhan hidup.

“Justru sampai hari ini, rakyat masih tambah menderita, teman-teman. Masih ada rakyat hari ini yang memikirkan, apakah hari ini saya bisa makan atau tidak, teman-teman. Masih ada rakyat sampai hari ini yang masih tidur di kolong jembatan, teman-teman,” katanya.

“Masih ada anak-anak kecil hari ini yang menjual di pinggir jalan yang tidak tahu waktu istirahat demi untuk memenuhi kebutuhan hari ini, teman-teman,” lanjutnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan kegagalan pemerintah.

“Di situ gagalnya presiden, di situ gagalnya pemerintah provinsi, teman-teman.”

Ia juga menyoroti persoalan pendidikan di NTT, khususnya angka putus sekolah dan kondisi sekolah.

“Hari ini kita melihat di berbagai daerah, terlebih khususnya di Nusa Tenggara Timur, masih terlalu banyak anak-anak yang putus sekolah, teman-teman. Itu yang perlu dipertanyakan hari ini, teman-teman. Di mana perannya pemerintah, sampai hari ini, kenapa angka putus sekolah di Nusa Tenggara Timur itu masih terlalu banyak?”

“hari ini kita melihat, sekolah-sekolah yang tidak layak untuk digunakan. Tetapi hari ini pemerintah masih tutup mata. Pemerintah lebih memprioritaskan Koperasi Desa Merah Putih, teman-teman,” lanjutnya.

Ia menyinggung adanya rencana salah satu sekolah di Nusantara Timur yang menurutnya akan digusur untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

“Mungkin pada sebelum-sebelumnya kita melihat yang ancang-ancang untuk salah satu sekolah di Nusantara Timur itu digusur untuk membangunkan Koperasi Desa Merah Putih,” ujarnya.

Ia kemudian mengkritik prioritas pemerintah.

“Itu yang kebobrokan pemerintah hari ini adalah tidak memprioritaskan pendidikan untuk kemajuan bangsa tetapi memprioritaskannya ladang korupsi yang di mana hari ini Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih adalah ladang korupsi dan tempat politik balas budi, teman-teman,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan

9 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran

11 September 2026 - 16:00 WIB

Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

11 September 2026 - 05:27 WIB

BEM Undana Dorong Pembebasan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Flores

11 September 2026 - 05:14 WIB

Mahasiswa UNWIRA Soroti Ketimpangan Struktural di NTT, Kritik Tata Kelola Pemerintahan

7 September 2026 - 16:02 WIB

Trending di Suara Mahasiswa