Menu ✖

Mode Gelap
SPBU Oesapa dan Liliba Sebut Stok Pertalite Aman di Tengah Antrean Kendaraan Diskusi ASTRIA INITIA di Kupang Bahas Polemik Ijazah Gibran, Batas Kewenangan MK, hingga Arah Demokrasi Indonesia FSPMI NTT Soroti RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Desak Upah Layak hingga Kepastian Kerja Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

Nasional

Aliansi NTT Menggugat Soroti Sejumlah Persoalan di Kupang

badge-check


					Pelaksanaan Aksi . Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Pelaksanaan Aksi . Foto: Dok. Yanto/

Reky juga menyoroti persoalan agraria. Ia mengatakan berbagai strategi Prabowo Subianto dinilai melanggengkan monopoli dan perampasan tanah.

“Kita cek juga berbagai macam strategi Prabowo Subianto hari ini yang melanggengkan monopoli, perampasan tanah terus terjadi, kawan-kawan. Kita tahu bahwa di Indonesia sudah beribu-ribu kasus konflik agraria, kawan-kawan,” katanya.

Ia menilai, di tengah krisis monopoli dan perampasan tanah, pembangunan batalion yang dihadirkan Prabowo justru dinilai melanggengkan pengambilan tanah rakyat.

“Tetapi di tengah krisis monopoli perampasan tanah justru Prabowo menghadirkan pembangunan batalion, kawan-kawan. Artinya bahwa Prabowo melanggengkan itu terus terjadi supaya tanah-tanah rakyat terus diambil, kawan-kawan,” ujarnya.

Menurutnya, pandangan Prabowo terhadap negara yang kuat adalah negara yang dipenuhi oleh militer di tengah masyarakat sipil.

“Bahwa bacaan Prabowo hari ini, kawan-kawan, negara yang kuat adalah negara yang penuh dengan diduduki oleh militer-militer di tengah sipil, kawan-kawan. Tetapi, itulah bentuk negara, bentuk Prabowo yang anti terhadap rakyat, bahwa lewat TNI dan Polri untuk memajukan sebuah bangsa,” katanya.

Ia kemudian menyoroti sistem pendidikan di Indonesia. Menurutnya, pendidikan seharusnya menjadi alat untuk memajukan bangsa dan negara.

“Kita cek sistem pendidikan di Indonesia hari ini, kawan-kawan, yang sebagai alat untuk memajukan bangsa dan negara. Tetapi di tengah krisis yang terjadi, Prabowo justru menyepelekan pendidikan, kawan-kawan,” ujarnya.

Ia mengatakan berbagai kampus di NTT menjadi gambaran nyata yang menurutnya mencerminkan negara dalam melanggengkan dan mendukung berbagai sistem penindasan dan pengisapan.

“Berbagai macam tanah-tanah produktif yang dimiliki oleh rakyat hari ini Prabowo justru hadir bagaimanapun caranya untuk merampas hal itu dan itu bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan hari ini,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan

9 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran

11 September 2026 - 16:00 WIB

Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

11 September 2026 - 05:27 WIB

BEM Undana Dorong Pembebasan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Flores

11 September 2026 - 05:14 WIB

Mahasiswa UNWIRA Soroti Ketimpangan Struktural di NTT, Kritik Tata Kelola Pemerintahan

7 September 2026 - 16:02 WIB

Trending di Suara Mahasiswa