Menu ✖

Mode Gelap
SPBU Oesapa dan Liliba Sebut Stok Pertalite Aman di Tengah Antrean Kendaraan Diskusi ASTRIA INITIA di Kupang Bahas Polemik Ijazah Gibran, Batas Kewenangan MK, hingga Arah Demokrasi Indonesia FSPMI NTT Soroti RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Desak Upah Layak hingga Kepastian Kerja Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

Nasional

Aliansi NTT Menggugat Soroti Sejumlah Persoalan di Kupang

badge-check


					Pelaksanaan Aksi . Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Pelaksanaan Aksi . Foto: Dok. Yanto/

Ia juga mengkritik pemerintahan Prabowo-Gibran terkait berbagai pidato yang disampaikan.

“Hari ini juga kita cek di bawah pemerintahan fasis Prabowo-Gibran, kawan-kawan. Berbagai macam pidato yang disampaikan adalah pidato-pidato yang tidak pernah membebaskan rakyat. Pidato yang membuktikan bahwa Prabowo telah gagal memimpin bangsa ini, kawan-kawan,” ujarnya.

Menurutnya, di tengah krisis yang terjadi, amarah rakyat sudah tidak bisa dibendung. Ia menilai masyarakat berhak menyampaikan pendapatnya, namun justru dibubarkan oleh alat-alat negara.

“Kita tahu masyarakat di Pati, masyarakat Papua telah berjuang untuk menuntut hak-hak demokratisnya. Tapi di tengah perjuangan itu, Prabowo menggunakan kaki tangannya, dalam hal ini TNI dan Polri, menghadang kawan-kawan kita di sana,” katanya.

“Bahkan, kawan-kawan kita, keluarga yang ada di Pati, mengalami intimidasi pembungkaman. Itu yang dilakukan adalah oleh alat-alat negara. Makanya hari ini, tidak ada kata lain bahwa kepercayaan dari rakyat terhadap pemimpin hari ini tidak ada lagi, kawan-kawan,” lanjutnya.

Ia juga menyinggung sejumlah kebijakan pemerintah di tingkat nasional dan daerah.

“Berbagai macam hubungan internasional, nasional, ataupun kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Prabowo-Gibran hari ini justru diikuti oleh pemimpin-pemimpin provinsi hari ini, kawan-kawan,” katanya.

Khusus di NTT, ia menyoroti pemerintahan Melkianus Laka Lena.

“Kita cek hari ini, khususnya di NTT, di bawah pemerintahan Melkianus Laka Lena, di tengah kelangkaan BBM, minyak tanah, harga kebutuhan pokok rakyat naik, kawan-kawan. Tetapi Melki Laka Lena justru melarang Pergub Nomor 13 yang melarang rakyat untuk mengisi BBM di Pertamina, kawan-kawan,” ujarnya.

Ia menilai kebijakan tersebut tidak melihat kondisi masyarakat yang tidak mampu membayar pajak kendaraan.

“Artinya bahwa Melki Laka Lena tidak melihat pada kondisi rakyat tidak mampu membayar pajak kendaraan. Tetapi Melki Laka Lena justru mengeluarkan kebijakan ataupun peraturan untuk terus memaksa rakyatnya tunduk pada kekuasaannya,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan

9 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran

11 September 2026 - 16:00 WIB

Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

11 September 2026 - 05:27 WIB

BEM Undana Dorong Pembebasan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Flores

11 September 2026 - 05:14 WIB

Mahasiswa UNWIRA Soroti Ketimpangan Struktural di NTT, Kritik Tata Kelola Pemerintahan

7 September 2026 - 16:02 WIB

Trending di Suara Mahasiswa