Ia juga mengkritik pemerintahan Prabowo-Gibran terkait berbagai pidato yang disampaikan.
“Hari ini juga kita cek di bawah pemerintahan fasis Prabowo-Gibran, kawan-kawan. Berbagai macam pidato yang disampaikan adalah pidato-pidato yang tidak pernah membebaskan rakyat. Pidato yang membuktikan bahwa Prabowo telah gagal memimpin bangsa ini, kawan-kawan,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah krisis yang terjadi, amarah rakyat sudah tidak bisa dibendung. Ia menilai masyarakat berhak menyampaikan pendapatnya, namun justru dibubarkan oleh alat-alat negara.
“Kita tahu masyarakat di Pati, masyarakat Papua telah berjuang untuk menuntut hak-hak demokratisnya. Tapi di tengah perjuangan itu, Prabowo menggunakan kaki tangannya, dalam hal ini TNI dan Polri, menghadang kawan-kawan kita di sana,” katanya.
“Bahkan, kawan-kawan kita, keluarga yang ada di Pati, mengalami intimidasi pembungkaman. Itu yang dilakukan adalah oleh alat-alat negara. Makanya hari ini, tidak ada kata lain bahwa kepercayaan dari rakyat terhadap pemimpin hari ini tidak ada lagi, kawan-kawan,” lanjutnya.
Ia juga menyinggung sejumlah kebijakan pemerintah di tingkat nasional dan daerah.
“Berbagai macam hubungan internasional, nasional, ataupun kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Prabowo-Gibran hari ini justru diikuti oleh pemimpin-pemimpin provinsi hari ini, kawan-kawan,” katanya.
Khusus di NTT, ia menyoroti pemerintahan Melkianus Laka Lena.
“Kita cek hari ini, khususnya di NTT, di bawah pemerintahan Melkianus Laka Lena, di tengah kelangkaan BBM, minyak tanah, harga kebutuhan pokok rakyat naik, kawan-kawan. Tetapi Melki Laka Lena justru melarang Pergub Nomor 13 yang melarang rakyat untuk mengisi BBM di Pertamina, kawan-kawan,” ujarnya.
Ia menilai kebijakan tersebut tidak melihat kondisi masyarakat yang tidak mampu membayar pajak kendaraan.
“Artinya bahwa Melki Laka Lena tidak melihat pada kondisi rakyat tidak mampu membayar pajak kendaraan. Tetapi Melki Laka Lena justru mengeluarkan kebijakan ataupun peraturan untuk terus memaksa rakyatnya tunduk pada kekuasaannya,” katanya.












