Menu

Mode Gelap
Aksi Seribu Lilin, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Flores KPA melalui GESLA Salurkan 4 Ton Beras untuk Korban Gempa di Flores Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Flobamoratas Dorong Perlindungan Ruang Hidup

Headline

Diskusi Publik Memperingati Hari Kartini: “Perempuan Dalam Pusaran Prabowo-Gibran”

badge-check


					Foto saat diskusi.Foto:Dok.Yanto/ Perbesar

Foto saat diskusi.Foto:Dok.Yanto/

‎Diskusi ini menegaskan bahwa perjuangan perempuan telah mengalami pergeseran, dari sekadar memperoleh akses menuju upaya merebut kontrol, keamanan, dan pengakuan sebagai subjek penuh dalam ruang sosial, pendidikan, dan politik.

‎Ia menyebut, meski kampus telah memiliki regulasi dan satuan tugas pencegahan kekerasan seksual (PKS), implementasinya belum maksimal. Banyak civitas akademika bahkan belum memahami mekanisme perlindungan dan pelaporan.

‎”Kampus harus menjadi ruang kritis, bukan hanya formalitas,”ujarnya.
‎Ia juga menekankan pentingnya perubahan budaya, dari menyalahkan korban menjadi mendukung korban, serta menempatkan perempuan sebagai subjek.

‎”Jika kampus belum menjadi ruang aman dan setara, maka itu tugas kita bersama untuk mewujudkannya,”tutupnya.

Peserta diskusi dari aktivis FMN,Bung Asrul,menilai perempuan masih akan terus mengalami penindasan berlapis. Ia menyebut hal ini dipengaruhi oleh ideologi fasisme yang tidak demokratis, serta relasi antara kelas yang berkuasa dan kelas tertindas.
‎Menurutnya, perempuan berada pada posisi paling rentan karena mengalami penindasan ganda-baik secara kelas maupun budaya patriarki.

‎”Perempuan tidak hanya tertindas secara ekonomi, tetapi juga secara budaya,” ujarnya.

‎Ia menegaskan bahwa kondisi ini menunjukkan perjuangan perempuan masih panjang dan harus terus diperjuangkan secara kolektif.‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LMID Eksekutif Kota Kupang: Kongres XII Harus Jadi Momentum Kebangkitan Gerakan Kaum Muda

8 Agustus 2026 - 04:30 WIB

Ribuan Warga Padati CFD Kupang, Sambut Kehadiran Jokowi dengan Antusias

1 Agustus 2026 - 06:29 WIB

Wawali Kota Kupang Luncurkan Program PKM Berdampak 2026

30 Juli 2026 - 16:07 WIB

Tarian Wisisi Warnai Jalanan Kupang, Aksi Galang Dana FOKMAP-NTT Tuai Simpati Warga

16 Juli 2026 - 15:28 WIB

Aliansi PERISAI NTT Aksi Tuntut Penegakan Hukum dan Kesejahteraan Rakyat

21 Juni 2026 - 15:21 WIB

Trending di Nasional