Menu ✖

Mode Gelap
SPBU Oesapa dan Liliba Sebut Stok Pertalite Aman di Tengah Antrean Kendaraan Diskusi ASTRIA INITIA di Kupang Bahas Polemik Ijazah Gibran, Batas Kewenangan MK, hingga Arah Demokrasi Indonesia FSPMI NTT Soroti RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Desak Upah Layak hingga Kepastian Kerja Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

Headline

Diskusi Publik Memperingati Hari Kartini: “Perempuan Dalam Pusaran Prabowo-Gibran”

badge-check


					Foto saat diskusi.Foto:Dok.Yanto/ Perbesar

Foto saat diskusi.Foto:Dok.Yanto/

‎
Aktivis FMN, Jeng Tiara, menilai perempuan masih mengalami penindasan berlapis akibat sistem sosial yang tidak adil. Ia menyebut, selain budaya patriarki, relasi kelas antara kelompok berkuasa dan tertindas turut memperparah posisi perempuan.
‎
‎”Perempuan mengalami penindasan ganda, baik secara ekonomi maupun budaya”, ujarnya.
‎
‎Ia mencontohkan ketimpangan upah antara laki-laki dan perempuan, minimnya perlindungan seperti cuti haid dan jam kerja layak, serta terbatasnya akses perempuan dalam sektor ekonomi seperti kedaulatan pangan.
‎Di bidang politik dan organisasi, perempuan juga dinilai masih dimarginalkan.
‎
Mereka sering ditempatkan pada posisi administratif seperti sekretaris atau bendahara, dan jarang diberi ruang sebagai pemimpin.
‎Selain itu, keterwakilan perempuan dalam politik yang hanya sekitar 30 persen dinilai belum cukup untuk menjamin keadilan substantif.
‎
‎Jeng Tiara menegaskan bahwa kondisi ini menunjukkan penindasan terhadap perempuan terjadi secara otomatis karena di lahirkan oleh sistem itu sendiri.
‎
‎Karena itu, ia mendorong pentingnya ruang-ruang diskusi kritis untuk membangun kesadaran dan memperjuangkan keadilan gender.***

Kontributor: Yanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan

9 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran

11 September 2026 - 16:00 WIB

Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

11 September 2026 - 05:27 WIB

BEM Undana Dorong Pembebasan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Flores

11 September 2026 - 05:14 WIB

Mahasiswa UNWIRA Soroti Ketimpangan Struktural di NTT, Kritik Tata Kelola Pemerintahan

7 September 2026 - 16:02 WIB

Trending di Suara Mahasiswa