Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Papua di NTT Dorong Persatuan dan Kesadaran Bangun Daerah Perkuat Solidaritas di Tanah Rantau, FOKMAP-NTT Rayakan Dies Natalis ke-IX di Kupang Perumda Pasar Gandeng UNDANA Cari Solusi Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino yang Sepi Pengunjung Rally Bistolen: Film “Pesta Babi” Ungkap Dampak Pembangunan terhadap Masyarakat Adat KPBH Kolhua Gelar Nobar Film “Pesta Babi”Refleksi Kritis Dampak PSN terhadap Masyarakat Adat IMMALA Kupang Gelar Nobar “Pesta Babi” Sebut Kebijakan PSN di Papua Bentuk Kolonialisme Modern

Headline

Diskusi Publik Memperingati Hari Kartini: “Perempuan Dalam Pusaran Prabowo-Gibran”

badge-check


					Foto saat diskusi.Foto:Dok.Yanto/ Perbesar

Foto saat diskusi.Foto:Dok.Yanto/


Aktivis FMN, Jeng Tiara, menilai perempuan masih mengalami penindasan berlapis akibat sistem sosial yang tidak adil. Ia menyebut, selain budaya patriarki, relasi kelas antara kelompok berkuasa dan tertindas turut memperparah posisi perempuan.

‎”Perempuan mengalami penindasan ganda, baik secara ekonomi maupun budaya”, ujarnya.

‎Ia mencontohkan ketimpangan upah antara laki-laki dan perempuan, minimnya perlindungan seperti cuti haid dan jam kerja layak, serta terbatasnya akses perempuan dalam sektor ekonomi seperti kedaulatan pangan.
‎Di bidang politik dan organisasi, perempuan juga dinilai masih dimarginalkan.

Mereka sering ditempatkan pada posisi administratif seperti sekretaris atau bendahara, dan jarang diberi ruang sebagai pemimpin.
‎Selain itu, keterwakilan perempuan dalam politik yang hanya sekitar 30 persen dinilai belum cukup untuk menjamin keadilan substantif.

‎Jeng Tiara menegaskan bahwa kondisi ini menunjukkan penindasan terhadap perempuan terjadi secara otomatis karena di lahirkan oleh sistem itu sendiri.

‎Karena itu, ia mendorong pentingnya ruang-ruang diskusi kritis untuk membangun kesadaran dan memperjuangkan keadilan gender.***

Kontributor: Yanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mahasiswa Papua di NTT Dorong Persatuan dan Kesadaran Bangun Daerah

27 Mei 2026 - 15:27 WIB

Perkuat Solidaritas di Tanah Rantau, FOKMAP-NTT Rayakan Dies Natalis ke-IX di Kupang

25 Mei 2026 - 14:58 WIB

KPBH Kolhua Gelar Nobar Film “Pesta Babi”Refleksi Kritis Dampak PSN terhadap Masyarakat Adat

23 Mei 2026 - 01:30 WIB

IMMALA Kupang Gelar Nobar “Pesta Babi” Sebut Kebijakan PSN di Papua Bentuk Kolonialisme Modern

16 Mei 2026 - 07:53 WIB

GMKI Kupang Kecam Represivitas Aparat dalam Aksi Cipayung Plus, Janjikan Aksi Jilid III ‎

15 Mei 2026 - 11:17 WIB

Trending di Politik & Hukum