Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Papua di NTT Dorong Persatuan dan Kesadaran Bangun Daerah Perkuat Solidaritas di Tanah Rantau, FOKMAP-NTT Rayakan Dies Natalis ke-IX di Kupang Perumda Pasar Gandeng UNDANA Cari Solusi Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino yang Sepi Pengunjung Rally Bistolen: Film “Pesta Babi” Ungkap Dampak Pembangunan terhadap Masyarakat Adat KPBH Kolhua Gelar Nobar Film “Pesta Babi”Refleksi Kritis Dampak PSN terhadap Masyarakat Adat IMMALA Kupang Gelar Nobar “Pesta Babi” Sebut Kebijakan PSN di Papua Bentuk Kolonialisme Modern

Ekonomi & Ekologi

KPBH Kolhua Gelar Nobar Film “Pesta Babi”Refleksi Kritis Dampak PSN terhadap Masyarakat Adat

badge-check


					Suasana Nobar KPBH. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Suasana Nobar KPBH. Foto: Dok. Yanto/


‎‎Efraim Anilan, peserta nobar, menyampaikan pandangan dari sisi hukum dan kearifan lokal. Ia menegaskan bahwa Undang-Undang mengakui keberadaan masyarakat adat, sehingga pemerintah tidak boleh semena-mena mengambil tanah tanpa persetujuan.

‎“Proyek besar-besaran sering kali dijalankan tanpa hubungan timbal balik atau musyawarah dengan masyarakat. Bagi pemerintah, Papua adalah bagian NKRI sehingga merasa punya wewenang penuh. Namun, bagi masyarakat adat, tanah adalah ibu yang memberi kehidupan. Bumi harus dijaga karena ia memberi respons positif jika kita melestarikannya,” ujar Efraim.

‎Ia juga menyoroti pentingnya kearifan lokal yang sudah ada jauh sebelum terbentuknya struktur pemerintahan desa hingga pusat, atau bahkan sebelum kehadiran gereja.

‎“Masyarakat lokal sudah memiliki peraturan sendiri untuk mengatur kehidupan sosial dan lingkungan. Kita harus melestarikan kearifan lokal ini sebagai identitas. Tunjukkan kepada dunia bahwa saya adalah orang Hellong, saya suku Alor, Rote, Sabu, dan lain-lain. Identitas daerah adalah kekuatan kita,” tutup Efraim.

‎Melalui diskusi ini, para peserta sepakat bahwa perlindungan terhadap masyarakat adat, hutan, dan budaya memerlukan kesadaran kolektif yang melampaui sekadar regulasi formal, melainkan juga perubahan pola pikir dalam relasi kuasa antara negara, modal, dan rakyat.**

Kontributor: Yanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perumda Pasar Gandeng UNDANA Cari Solusi Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino yang Sepi Pengunjung

23 Mei 2026 - 05:47 WIB

Rally Bistolen: Film “Pesta Babi” Ungkap Dampak Pembangunan terhadap Masyarakat Adat

23 Mei 2026 - 02:18 WIB

IMMALA Kupang Gelar Nobar “Pesta Babi” Sebut Kebijakan PSN di Papua Bentuk Kolonialisme Modern

16 Mei 2026 - 07:53 WIB

GMKI Kupang Desak Polisi Bongkar Tuntas Kematian Fika Serwutun: Jangan Ada Rekayasa Kasus

15 Mei 2026 - 11:07 WIB

Harga Bahan Pokok di Kupang Naik, Pemkot Pastikan Stok Tetap Aman

14 Mei 2026 - 16:11 WIB

Trending di Ekonomi & Ekologi