Menu

Mode Gelap
Aksi Seribu Lilin, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Flores KPA melalui GESLA Salurkan 4 Ton Beras untuk Korban Gempa di Flores Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Flobamoratas Dorong Perlindungan Ruang Hidup

Ekonomi & Ekologi

Harga Bahan Pokok di NTT Berpotensi Naik, Pengamat Soroti Dampak Global dan Distribusi

badge-check


					Pengamat ekonomi regional NTT, Dr. James D. Adam, SE.MBA. Foto:Dok. Pribadi/ Perbesar

Pengamat ekonomi regional NTT, Dr. James D. Adam, SE.MBA. Foto:Dok. Pribadi/

KupangTimurInsight, Kupang – Kenaikan harga bahan pokok di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini dipengaruhi berbagai faktor; baik dari mekanisme pasar maupun dampak situasi global. Hal tersebut disampaikan oleh Pengamat ekonomi regional NTT, Dr. James D. Adam, SE.MBA dalam percakapan melalui telepon WhatsApp pada Rabu (22/04/2026).

Menurut James, secara teori ekonomi, kenaikan harga tidak terlepas dari mekanisme dasar antara suplai dan permintaan. Ia menjelaskan bahwa ketika suplai barang berkurang sementara permintaan meningkat, maka harga akan ikut naik.

“Kalau suplai kurang dan demand tinggi, maka harga pasti naik. Itu teori dasar ekonomi,” ujarnya.

Namun, dalam konteks saat ini, ia menilai kenaikan harga bahan pokok tidak hanya dipengaruhi faktor lokal, tetapi juga imbas dinamika global, termasuk persoalan politik internasional. Salah satu yang disoroti adalah konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mengganggu distribusi minyak dunia.

“Kalau Selat Hormuz terganggu atau ditutup, maka suplai minyak dunia ikut terganggu. Dampaknya sampai ke kita di NTT, harga BBM seperti Pertalite dan Pertamax bisa naik,” jelasnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akan berdampak langsung pada biaya distribusi barang. Ketika ongkos transportasi meningkat, harga barang di pasar pun akan ikut menyesuaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KPA NTT Dorong Penyelesaian Konflik dan Pengakuan Hak atas Tanah Masyarakat

8 Agustus 2026 - 09:20 WIB

Dubes Australia Apresiasi Kolaborasi Pemkot Kupang dan UNICEF dalam Penanganan Anak Zero-Dose

30 Juli 2026 - 15:52 WIB

KSPSI NTT Ajak Buruh dan Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Dinamika Ekonomi Global Saat Nobar Piala Dunia di Kupang

16 Juni 2026 - 05:38 WIB

PERMMABAR Kupang Bedah Pancasila dan Keadilan Sosial di Tengah Arus Pariwisata Super Premium Labuan Bajo

6 Juni 2026 - 16:57 WIB

FMN Kupang Bedah Film “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”, Bahas Dampak PSN di Papua dan NTT

29 Mei 2026 - 15:51 WIB

Trending di Suara Mahasiswa