Sebagai solusi, James menyarankan agar pemerintah tidak hanya fokus pada pengawasan harga, tetapi juga mendorong masyarakat memanfaatkan produk substitusi yang lebih terjangkau.
“Kalau minyak goreng pabrikan mahal, kita bisa buat sendiri dari kelapa. Itu contoh paling sederhana,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga perlu memastikan distribusi barang tetap lancar agar tidak terjadi kelangkaan di daerah.
Di sisi lain, ia juga memberikan pesan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan, untuk lebih adaptif dengan memanfaatkan potensi lokal.
“Kalau harga beras tinggi, kita bisa beralih ke jagung atau ubi. Kalau sayur mahal, kita bisa pakai daun pepaya atau sayur lokal lain. Intinya kita harus menyesuaikan diri,” pungkasnya.
Ia menegaskan bahwa di tengah kenaikan harga pangan, masyarakat perlu lebih bijak dengan memanfaatkan sumber daya lokal sebagai alternatif untuk bertahan.***
Kontributor: Yanto










