Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Papua di NTT Dorong Persatuan dan Kesadaran Bangun Daerah Perkuat Solidaritas di Tanah Rantau, FOKMAP-NTT Rayakan Dies Natalis ke-IX di Kupang Perumda Pasar Gandeng UNDANA Cari Solusi Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino yang Sepi Pengunjung Rally Bistolen: Film “Pesta Babi” Ungkap Dampak Pembangunan terhadap Masyarakat Adat KPBH Kolhua Gelar Nobar Film “Pesta Babi”Refleksi Kritis Dampak PSN terhadap Masyarakat Adat IMMALA Kupang Gelar Nobar “Pesta Babi” Sebut Kebijakan PSN di Papua Bentuk Kolonialisme Modern

Ekonomi & Ekologi

Harga Bahan Pokok di NTT Berpotensi Naik, Pengamat Soroti Dampak Global dan Distribusi

badge-check


					Pengamat ekonomi regional NTT, Dr. James D. Adam, SE.MBA. Foto:Dok. Pribadi/ Perbesar

Pengamat ekonomi regional NTT, Dr. James D. Adam, SE.MBA. Foto:Dok. Pribadi/

KupangTimurInsight, Kupang – Kenaikan harga bahan pokok di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini dipengaruhi berbagai faktor; baik dari mekanisme pasar maupun dampak situasi global. Hal tersebut disampaikan oleh Pengamat ekonomi regional NTT, Dr. James D. Adam, SE.MBA dalam percakapan melalui telepon WhatsApp pada Rabu (22/04/2026).

Menurut James, secara teori ekonomi, kenaikan harga tidak terlepas dari mekanisme dasar antara suplai dan permintaan. Ia menjelaskan bahwa ketika suplai barang berkurang sementara permintaan meningkat, maka harga akan ikut naik.

“Kalau suplai kurang dan demand tinggi, maka harga pasti naik. Itu teori dasar ekonomi,” ujarnya.

Namun, dalam konteks saat ini, ia menilai kenaikan harga bahan pokok tidak hanya dipengaruhi faktor lokal, tetapi juga imbas dinamika global, termasuk persoalan politik internasional. Salah satu yang disoroti adalah konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mengganggu distribusi minyak dunia.

“Kalau Selat Hormuz terganggu atau ditutup, maka suplai minyak dunia ikut terganggu. Dampaknya sampai ke kita di NTT, harga BBM seperti Pertalite dan Pertamax bisa naik,” jelasnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akan berdampak langsung pada biaya distribusi barang. Ketika ongkos transportasi meningkat, harga barang di pasar pun akan ikut menyesuaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perumda Pasar Gandeng UNDANA Cari Solusi Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino yang Sepi Pengunjung

23 Mei 2026 - 05:47 WIB

Rally Bistolen: Film “Pesta Babi” Ungkap Dampak Pembangunan terhadap Masyarakat Adat

23 Mei 2026 - 02:18 WIB

KPBH Kolhua Gelar Nobar Film “Pesta Babi”Refleksi Kritis Dampak PSN terhadap Masyarakat Adat

23 Mei 2026 - 01:30 WIB

IMMALA Kupang Gelar Nobar “Pesta Babi” Sebut Kebijakan PSN di Papua Bentuk Kolonialisme Modern

16 Mei 2026 - 07:53 WIB

DPW PAN NTT Resmi Dilantik, Zulkifli Hasan Tekankan Keberpihakan pada Rakyat

15 Mei 2026 - 16:13 WIB

Trending di Politik & Hukum