Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Papua di NTT Dorong Persatuan dan Kesadaran Bangun Daerah Perkuat Solidaritas di Tanah Rantau, FOKMAP-NTT Rayakan Dies Natalis ke-IX di Kupang Perumda Pasar Gandeng UNDANA Cari Solusi Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino yang Sepi Pengunjung Rally Bistolen: Film “Pesta Babi” Ungkap Dampak Pembangunan terhadap Masyarakat Adat KPBH Kolhua Gelar Nobar Film “Pesta Babi”Refleksi Kritis Dampak PSN terhadap Masyarakat Adat IMMALA Kupang Gelar Nobar “Pesta Babi” Sebut Kebijakan PSN di Papua Bentuk Kolonialisme Modern

Ekonomi & Ekologi

Harga Bahan Pokok di NTT Berpotensi Naik, Pengamat Soroti Dampak Global dan Distribusi

badge-check


					Pengamat ekonomi regional NTT, Dr. James D. Adam, SE.MBA. Foto:Dok. Pribadi/ Perbesar

Pengamat ekonomi regional NTT, Dr. James D. Adam, SE.MBA. Foto:Dok. Pribadi/

James menyebutkan bahwa dampak tersebut mungkin belum sepenuhnya terasa saat ini pada beberapa komoditas seperti beras, gula, dan minyak goreng. Namun, dalam waktu dekat, kenaikan harga diperkirakan akan terjadi.

“Sekarang mungkin belum, tapi satu dua waktu ke depan pasti berubah. Karena kalau BBM mahal, ongkos transportasi naik, pasti harga barang juga ikut naik. Mekanismenya begitu,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyoroti tingginya ketergantungan NTT terhadap pasokan dari luar daerah, khususnya dari Pulau Jawa. Sekitar 85 persen kebutuhan pokok masyarakat masih didatangkan dari luar daerah. Ia menjelaskan, jika distribusi dari Jawa terganggu, maka dampaknya langsung dirasakan di NTT; baik dari sisi ketersediaan maupun harga barang. Dalam kondisi barang langka, masyarakat tetap akan membeli meskipun harga tinggi karena kebutuhan dasar harus dipenuhi.

Selain itu, James juga menyoroti kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap kenaikan harga, yakni kelas ekonomi bawah. Ia membagi masyarakat dalam tiga kelompok; bawah, menengah, dan atas.

“Yang paling terdampak itu kelompok ekonomi kecil, orang-orang akar rumput. Kalau harga naik, mereka yang paling susah. Sementara kelompok atas relatif tidak terlalu terganggu,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perumda Pasar Gandeng UNDANA Cari Solusi Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino yang Sepi Pengunjung

23 Mei 2026 - 05:47 WIB

Rally Bistolen: Film “Pesta Babi” Ungkap Dampak Pembangunan terhadap Masyarakat Adat

23 Mei 2026 - 02:18 WIB

KPBH Kolhua Gelar Nobar Film “Pesta Babi”Refleksi Kritis Dampak PSN terhadap Masyarakat Adat

23 Mei 2026 - 01:30 WIB

IMMALA Kupang Gelar Nobar “Pesta Babi” Sebut Kebijakan PSN di Papua Bentuk Kolonialisme Modern

16 Mei 2026 - 07:53 WIB

DPW PAN NTT Resmi Dilantik, Zulkifli Hasan Tekankan Keberpihakan pada Rakyat

15 Mei 2026 - 16:13 WIB

Trending di Politik & Hukum