Menu

Mode Gelap
Aliansi PERISAI NTT Aksi Tuntut Penegakan Hukum dan Kesejahteraan Rakyat KSPSI NTT Ajak Buruh dan Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Dinamika Ekonomi Global Saat Nobar Piala Dunia di Kupang Resmi Berdiri, UKM Pers UM.KOE Siap Kawal Isu Rakyat Lewat Karya Jurnalistik Ketua FOKMAP-NTT: Terpilihnya Yali Faryon Membuka Ruang Persatuan Mahasiswa Papua dan Organisasi Gerakan LMID di Bawah Kepemimpinan Yali Faryon Berkomitmen Kawal Suara Rakyat dan Papua Serangan Jantung Kini Mengintai Generasi Muda NTT

Ekonomi & Ekologi

Koperasi Merah Putih di NTT: Solusi Nyata atau Sekadar Program dari Atas?

badge-check


					Akademisi dan Dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan UNWIRA, Emanuel Kosat. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Akademisi dan Dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan UNWIRA, Emanuel Kosat. Foto: Dok. Yanto/

KupangTimurInsight, Kupang- Akademisi dan Dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan UNWIRA, Emanuel Kosat, saat diwawancarai usai diskusi publik bertajuk “Koperasi Merah Putih untuk NTT: Solusi atau Ilusi?” yang digelar di Aula St. Hendrikus UNWIRA Kupang pada Selasa (28/04/2024), menyampaikan bahwa Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki karakter yang khas, terutama dalam kualitas kebudayaan dan keberagaman nilai-nilai sosio-kultural.

Ia menilai bahwa sebagai wilayah kepulauan, NTT sangat cocok, tepat, dan relevan dengan gerakan koperasi. Namun demikian, menurutnya, kondisi tersebut justru disayangkan apabila gerakan koperasi yang seharusnya tumbuh dari akar rumput malah menjadi inisiatif *top-down*.

“Benar pemerintah bangun dari atas, tapi biarkan gerakan koperasi itu muncul dari bawah supaya menemukan keseimbangan,” ujarnya.

Dalam konteks NTT, ia menyebutkan bahwa saat ini terdapat kurang lebih 3.000 koperasi berbadan hukum. Sementara secara nasional, terdapat sekitar 83.374 koperasi berbadan hukum berdasarkan data dari laman manajemen koperasi desa merah putih. Ia menegaskan bahwa dengan karakter sosial-budaya yang beragam, NTT seharusnya menjadi lahan subur bagi tumbuhnya koperasi dari bawah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KSPSI NTT Ajak Buruh dan Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Dinamika Ekonomi Global Saat Nobar Piala Dunia di Kupang

16 Juni 2026 - 05:38 WIB

PERMMABAR Kupang Bedah Pancasila dan Keadilan Sosial di Tengah Arus Pariwisata Super Premium Labuan Bajo

6 Juni 2026 - 16:57 WIB

FMN Kupang Bedah Film “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”, Bahas Dampak PSN di Papua dan NTT

29 Mei 2026 - 15:51 WIB

Perumda Pasar Gandeng UNDANA Cari Solusi Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino yang Sepi Pengunjung

23 Mei 2026 - 05:47 WIB

Rally Bistolen: Film “Pesta Babi” Ungkap Dampak Pembangunan terhadap Masyarakat Adat

23 Mei 2026 - 02:18 WIB

Trending di Ekonomi & Ekologi