KupangTimurInsight, Kupang- Akademisi dan Dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan UNWIRA, Emanuel Kosat, saat diwawancarai usai diskusi publik bertajuk “Koperasi Merah Putih untuk NTT: Solusi atau Ilusi?” yang digelar di Aula St. Hendrikus UNWIRA Kupang pada Selasa (28/04/2024), menyampaikan bahwa Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki karakter yang khas, terutama dalam kualitas kebudayaan dan keberagaman nilai-nilai sosio-kultural.
Ia menilai bahwa sebagai wilayah kepulauan, NTT sangat cocok, tepat, dan relevan dengan gerakan koperasi. Namun demikian, menurutnya, kondisi tersebut justru disayangkan apabila gerakan koperasi yang seharusnya tumbuh dari akar rumput malah menjadi inisiatif *top-down*.
“Benar pemerintah bangun dari atas, tapi biarkan gerakan koperasi itu muncul dari bawah supaya menemukan keseimbangan,” ujarnya.
Dalam konteks NTT, ia menyebutkan bahwa saat ini terdapat kurang lebih 3.000 koperasi berbadan hukum. Sementara secara nasional, terdapat sekitar 83.374 koperasi berbadan hukum berdasarkan data dari laman manajemen koperasi desa merah putih. Ia menegaskan bahwa dengan karakter sosial-budaya yang beragam, NTT seharusnya menjadi lahan subur bagi tumbuhnya koperasi dari bawah.











