Menu

Mode Gelap
Aliansi PERISAI NTT Aksi Tuntut Penegakan Hukum dan Kesejahteraan Rakyat KSPSI NTT Ajak Buruh dan Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Dinamika Ekonomi Global Saat Nobar Piala Dunia di Kupang Resmi Berdiri, UKM Pers UM.KOE Siap Kawal Isu Rakyat Lewat Karya Jurnalistik Ketua FOKMAP-NTT: Terpilihnya Yali Faryon Membuka Ruang Persatuan Mahasiswa Papua dan Organisasi Gerakan LMID di Bawah Kepemimpinan Yali Faryon Berkomitmen Kawal Suara Rakyat dan Papua Serangan Jantung Kini Mengintai Generasi Muda NTT

Headline

IMPS Kupang Gelar Nobar dan Diskusi “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”

badge-check


					Foto Bersama Usai Diskusi. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Foto Bersama Usai Diskusi. Foto: Dok. Yanto/

Peserta lainnya, Thomas, juga menyampaikan bahwa masyarakat adat sangat bergantung pada alam dan habitatnya. Ia menilai bahwa setiap pembangunan yang mengatasnamakan masyarakat adat perlu dipertanyakan apakah benar-benar untuk mereka.

Ia menegaskan bahwa masyarakat adat mampu menjaga alam dengan baik meskipun tidak memiliki pendidikan formal tinggi, serta menekankan pentingnya refleksi peran mahasiswa saat ini.

Ia juga kembali menekankan bahwa setiap daerah memiliki karakter alam yang berbeda, sehingga pangan tidak bisa diseragamkan. Ia menambahkan pentingnya memahami konsep biosentrisme.

Menurutnya, perubahan harus dilakukan secara kolektif melalui kolaborasi berbagai organisasi, tidak bisa hanya satu gerakan saja. Ia juga mengkritik bahwa negara sering melegalkan kepentingan penguasa, sementara masyarakat adat ditekan.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa mahasiswa harus terus membuka ruang dialog dan tidak melupakan esensinya.

Diskusi ditutup dengan teriakan bersama seluruh peserta, “Papua bukan tanah kosong,” sebagai penegasan bahwa tanah Papua memiliki sejarah, identitas, serta hak-hak masyarakat adat yang tidak dapat diabaikan.****

Kontributor: Yanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KSPSI NTT Ajak Buruh dan Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Dinamika Ekonomi Global Saat Nobar Piala Dunia di Kupang

16 Juni 2026 - 05:38 WIB

PERMMABAR Kupang Bedah Pancasila dan Keadilan Sosial di Tengah Arus Pariwisata Super Premium Labuan Bajo

6 Juni 2026 - 16:57 WIB

FMN Kupang Bedah Film “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”, Bahas Dampak PSN di Papua dan NTT

29 Mei 2026 - 15:51 WIB

Perumda Pasar Gandeng UNDANA Cari Solusi Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino yang Sepi Pengunjung

23 Mei 2026 - 05:47 WIB

Rally Bistolen: Film “Pesta Babi” Ungkap Dampak Pembangunan terhadap Masyarakat Adat

23 Mei 2026 - 02:18 WIB

Trending di Ekonomi & Ekologi