Menu

Mode Gelap
Aksi Seribu Lilin, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Flores KPA melalui GESLA Salurkan 4 Ton Beras untuk Korban Gempa di Flores Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Flobamoratas Dorong Perlindungan Ruang Hidup

Headline

IMPS Kupang Gelar Nobar dan Diskusi “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”

badge-check


					Foto Bersama Usai Diskusi. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Foto Bersama Usai Diskusi. Foto: Dok. Yanto/

Peserta lainnya, Thomas, juga menyampaikan bahwa masyarakat adat sangat bergantung pada alam dan habitatnya. Ia menilai bahwa setiap pembangunan yang mengatasnamakan masyarakat adat perlu dipertanyakan apakah benar-benar untuk mereka.

Ia menegaskan bahwa masyarakat adat mampu menjaga alam dengan baik meskipun tidak memiliki pendidikan formal tinggi, serta menekankan pentingnya refleksi peran mahasiswa saat ini.

Ia juga kembali menekankan bahwa setiap daerah memiliki karakter alam yang berbeda, sehingga pangan tidak bisa diseragamkan. Ia menambahkan pentingnya memahami konsep biosentrisme.

Menurutnya, perubahan harus dilakukan secara kolektif melalui kolaborasi berbagai organisasi, tidak bisa hanya satu gerakan saja. Ia juga mengkritik bahwa negara sering melegalkan kepentingan penguasa, sementara masyarakat adat ditekan.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa mahasiswa harus terus membuka ruang dialog dan tidak melupakan esensinya.

Diskusi ditutup dengan teriakan bersama seluruh peserta, “Papua bukan tanah kosong,” sebagai penegasan bahwa tanah Papua memiliki sejarah, identitas, serta hak-hak masyarakat adat yang tidak dapat diabaikan.****

Kontributor: Yanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ribuan Warga Padati CFD Kupang, Sambut Kehadiran Jokowi dengan Antusias

1 Agustus 2026 - 06:29 WIB

Wawali Kota Kupang Luncurkan Program PKM Berdampak 2026

30 Juli 2026 - 16:07 WIB

KSPSI NTT Ajak Buruh dan Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Dinamika Ekonomi Global Saat Nobar Piala Dunia di Kupang

16 Juni 2026 - 05:38 WIB

PERMMABAR Kupang Bedah Pancasila dan Keadilan Sosial di Tengah Arus Pariwisata Super Premium Labuan Bajo

6 Juni 2026 - 16:57 WIB

FMN Kupang Bedah Film “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”, Bahas Dampak PSN di Papua dan NTT

29 Mei 2026 - 15:51 WIB

Trending di Suara Mahasiswa