Menu

Mode Gelap
Aksi Seribu Lilin, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Flores KPA melalui GESLA Salurkan 4 Ton Beras untuk Korban Gempa di Flores Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Flobamoratas Dorong Perlindungan Ruang Hidup

News

TPPO Disebut Mirip Perbudakan Modern, Perlindungan Negara Dinilai Lemah

badge-check


					Direktur PIAR NTT, Sarah Lery Mboeik. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Direktur PIAR NTT, Sarah Lery Mboeik. Foto: Dok. Yanto/

PIAR NTT juga menyoroti lemahnya penanganan kasus oleh aparat penegak hukum. Sejumlah laporan dinilai tidak ditindaklanjuti secara serius, bahkan terdapat tiga kasus yang telah memiliki tersangka namun dihentikan melalui SP3. Hal ini memunculkan dugaan adanya praktik tidak transparan antara oknum aparat dan agen bermasalah.

PIAR NTT menyatakan telah mengajukan permintaan kepada Polda agar kasus-kasus tersebut dibuka kembali, termasuk kasus “Didi” yang disebut memiliki dokumen pendukung lengkap.

Dalam upaya advokasi, PIAR NTT aktif memberikan edukasi kepada calon PMI terkait pentingnya kelengkapan dokumen, keterampilan kerja, serta pemahaman prosedur migrasi aman. Selain itu, PIAR juga membuka akses komunikasi bagi PMI yang kerap melaporkan kasus melalui WhatsApp maupun media sosial.

Namun, di lapangan, banyak PMI menghadapi kendala serius, seperti penyitaan paspor dan telepon oleh majikan yang membatasi akses komunikasi dan upaya mencari bantuan.

Sebagai rekomendasi, PIAR NTT mendorong pemerintah, aparat, serta lembaga agama dan adat untuk memperkuat perlindungan melalui edukasi migrasi aman dan pengawasan terhadap praktik perekrutan ilegal. Pemerintah juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap pembuatan dokumen, yang sering dilakukan di luar daerah seperti Batam, serta memperkuat sistem pengawasan berbasis digital.

Kontributor: Yanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan

21 Agustus 2026 - 00:01 WIB

Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita

15 Agustus 2026 - 05:24 WIB

Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir

15 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Flobamoratas Dorong Perlindungan Ruang Hidup

14 Agustus 2026 - 16:41 WIB

KPA NTT Dorong Penyelesaian Konflik dan Pengakuan Hak atas Tanah Masyarakat

8 Agustus 2026 - 09:20 WIB

Trending di Ekologi