Menu

Mode Gelap
Aliansi PERISAI NTT Aksi Tuntut Penegakan Hukum dan Kesejahteraan Rakyat KSPSI NTT Ajak Buruh dan Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Dinamika Ekonomi Global Saat Nobar Piala Dunia di Kupang Resmi Berdiri, UKM Pers UM.KOE Siap Kawal Isu Rakyat Lewat Karya Jurnalistik Ketua FOKMAP-NTT: Terpilihnya Yali Faryon Membuka Ruang Persatuan Mahasiswa Papua dan Organisasi Gerakan LMID di Bawah Kepemimpinan Yali Faryon Berkomitmen Kawal Suara Rakyat dan Papua Serangan Jantung Kini Mengintai Generasi Muda NTT

News

TPPO Disebut Mirip Perbudakan Modern, Perlindungan Negara Dinilai Lemah

badge-check


					Direktur PIAR NTT, Sarah Lery Mboeik. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Direktur PIAR NTT, Sarah Lery Mboeik. Foto: Dok. Yanto/

PIAR NTT juga menyoroti lemahnya penanganan kasus oleh aparat penegak hukum. Sejumlah laporan dinilai tidak ditindaklanjuti secara serius, bahkan terdapat tiga kasus yang telah memiliki tersangka namun dihentikan melalui SP3. Hal ini memunculkan dugaan adanya praktik tidak transparan antara oknum aparat dan agen bermasalah.

PIAR NTT menyatakan telah mengajukan permintaan kepada Polda agar kasus-kasus tersebut dibuka kembali, termasuk kasus “Didi” yang disebut memiliki dokumen pendukung lengkap.

Dalam upaya advokasi, PIAR NTT aktif memberikan edukasi kepada calon PMI terkait pentingnya kelengkapan dokumen, keterampilan kerja, serta pemahaman prosedur migrasi aman. Selain itu, PIAR juga membuka akses komunikasi bagi PMI yang kerap melaporkan kasus melalui WhatsApp maupun media sosial.

Namun, di lapangan, banyak PMI menghadapi kendala serius, seperti penyitaan paspor dan telepon oleh majikan yang membatasi akses komunikasi dan upaya mencari bantuan.

Sebagai rekomendasi, PIAR NTT mendorong pemerintah, aparat, serta lembaga agama dan adat untuk memperkuat perlindungan melalui edukasi migrasi aman dan pengawasan terhadap praktik perekrutan ilegal. Pemerintah juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap pembuatan dokumen, yang sering dilakukan di luar daerah seperti Batam, serta memperkuat sistem pengawasan berbasis digital.

Kontributor: Yanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aliansi PERISAI NTT Aksi Tuntut Penegakan Hukum dan Kesejahteraan Rakyat

21 Juni 2026 - 15:21 WIB

KSPSI NTT Ajak Buruh dan Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Dinamika Ekonomi Global Saat Nobar Piala Dunia di Kupang

16 Juni 2026 - 05:38 WIB

FKPTT Adukan Akun Media Sosial ke Polda NTT Terkait Tuduhan Monopoli Program MBG

8 Juni 2026 - 15:39 WIB

Alarm Krisis Iklim dan Ruang Hidup Perempuan di NTT Mengemuka dalam Webinar Hari Lingkungan Hidup 2026

7 Juni 2026 - 18:01 WIB

Perumda Pasar Gandeng UNDANA Cari Solusi Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino yang Sepi Pengunjung

23 Mei 2026 - 05:47 WIB

Trending di Ekonomi & Ekologi