Menu

Mode Gelap
Aliansi PERISAI NTT Aksi Tuntut Penegakan Hukum dan Kesejahteraan Rakyat KSPSI NTT Ajak Buruh dan Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Dinamika Ekonomi Global Saat Nobar Piala Dunia di Kupang Resmi Berdiri, UKM Pers UM.KOE Siap Kawal Isu Rakyat Lewat Karya Jurnalistik Ketua FOKMAP-NTT: Terpilihnya Yali Faryon Membuka Ruang Persatuan Mahasiswa Papua dan Organisasi Gerakan LMID di Bawah Kepemimpinan Yali Faryon Berkomitmen Kawal Suara Rakyat dan Papua Serangan Jantung Kini Mengintai Generasi Muda NTT

Ekonomi & Ekologi

Yayasan Kaya Tene Gelar Nobar dan Diskusi Film “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”

badge-check


					Foto Peserta Nobar. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Foto Peserta Nobar. Foto: Dok. Yanto/

Dalam diskusi tersebut, Gress juga mengkritik proyek-proyek transisi energi yang menurutnya banyak diputuskan tanpa melibatkan masyarakat lokal.

“Transisi energi ini sebenarnya untuk siapa? Proyek-proyek raksasa ini seringkali tidak tercatat dalam Rencana Umum Energi Daerah (RUED) atau perencanaan lokal yang partisipatif,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa penetapan Flores sebagai pulau panas bumi pada 2017 serta eksploitasi biomassa di Timor dilakukan tanpa konsultasi yang memadai dengan masyarakat.

“Faktanya, banyak proyek energi baru ini tidak pernah masuk dalam rencana pembangunan daerah yang inklusif. Kebijakan yang dipaksakan dari Jakarta ini mengabaikan kedaulatan lokal. Jika dibiarkan, dampaknya akan seperti ‘penjajahan baru’ di mana masyarakat lokal hanya menanggung beban kerusakan lingkungan sementara keuntungan dinikmati pihak lain,” jelasnya.

Gress juga mengajak masyarakat untuk terus membangun solidaritas antar-daerah dan belajar dari perjuangan masyarakat Papua.

“Saya belajar bahwa suara masyarakat adat harus didengar, bukan dibungkam. Meskipun saya tidak memiliki kekuasaan politik, saya merasa terpanggil untuk meneruskan suara-suara dari akar rumput ini. Apa yang terjadi di Papua dan NTT adalah cerminan dari kegagalan negara dalam melindungi warganya yang paling rentan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KSPSI NTT Ajak Buruh dan Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Dinamika Ekonomi Global Saat Nobar Piala Dunia di Kupang

16 Juni 2026 - 05:38 WIB

PERMMABAR Kupang Bedah Pancasila dan Keadilan Sosial di Tengah Arus Pariwisata Super Premium Labuan Bajo

6 Juni 2026 - 16:57 WIB

FMN Kupang Bedah Film “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”, Bahas Dampak PSN di Papua dan NTT

29 Mei 2026 - 15:51 WIB

Perumda Pasar Gandeng UNDANA Cari Solusi Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino yang Sepi Pengunjung

23 Mei 2026 - 05:47 WIB

Rally Bistolen: Film “Pesta Babi” Ungkap Dampak Pembangunan terhadap Masyarakat Adat

23 Mei 2026 - 02:18 WIB

Trending di Ekonomi & Ekologi