Menu ✖

Mode Gelap
SPBU Oesapa dan Liliba Sebut Stok Pertalite Aman di Tengah Antrean Kendaraan Diskusi ASTRIA INITIA di Kupang Bahas Polemik Ijazah Gibran, Batas Kewenangan MK, hingga Arah Demokrasi Indonesia FSPMI NTT Soroti RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Desak Upah Layak hingga Kepastian Kerja Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

Ekonomi & Ekologi

Yayasan Kaya Tene Gelar Nobar dan Diskusi Film “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”

badge-check


					Foto Peserta Nobar. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Foto Peserta Nobar. Foto: Dok. Yanto/

Sementara itu, Mansyur yang juga menjadi penanggap dalam diskusi menyampaikan refleksinya mengenai hubungan masyarakat Papua dengan alam. Ia mengaku awalnya merasa belum memahami persoalan Papua secara mendalam, namun berusaha belajar melalui buku dan pertemuan langsung dengan masyarakat.

“Saya bisa mendengar suara-suara mereka, meskipun saya tidak memiliki kekuasaan atau platform sebesar para pemimpin. Namun, pertemuan dengan orang-orang yang tetap fokus memperjuangkan hak-haknya mengajarkan saya banyak hal,” ujarnya.

Ia juga menceritakan pengalamannya membaca buku yang membahas persoalan Papua secara menyeluruh.

“Saya menerima buku itu dan mempelajarinya dengan serius. Dari sana, saya mulai masuk ke dalam ‘dunia’ mereka. Pertemuan-pertemuan berikutnya memberikan gambaran nyata tentang bagaimana masyarakat Papua hidup dan berjuang,” jelasnya.

Menurut Mansyur, kondisi yang dialami masyarakat Papua memiliki kemiripan dengan persoalan yang sedang terjadi di NTT.

“Mari kita perhatikan baik-baik. Apa yang terjadi di Papua memiliki kemiripan dengan apa yang sedang dihadapi saudara-saudara kita di NTT. Semoga melalui diskusi ini, kita semakin sadar bahwa kerusakan alam dan perampasan hak adalah musuh bersama yang harus kita lawan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KSPSI NTT Ajak Buruh dan Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Dinamika Ekonomi Global Saat Nobar Piala Dunia di Kupang

16 Juni 2026 - 05:38 WIB

PERMMABAR Kupang Bedah Pancasila dan Keadilan Sosial di Tengah Arus Pariwisata Super Premium Labuan Bajo

6 Juni 2026 - 16:57 WIB

FMN Kupang Bedah Film “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”, Bahas Dampak PSN di Papua dan NTT

29 Mei 2026 - 15:51 WIB

Perumda Pasar Gandeng UNDANA Cari Solusi Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino yang Sepi Pengunjung

23 Mei 2026 - 05:47 WIB

Rally Bistolen: Film “Pesta Babi” Ungkap Dampak Pembangunan terhadap Masyarakat Adat

23 Mei 2026 - 02:18 WIB

Trending di Ekonomi & Ekologi