Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Papua di NTT Dorong Persatuan dan Kesadaran Bangun Daerah Perkuat Solidaritas di Tanah Rantau, FOKMAP-NTT Rayakan Dies Natalis ke-IX di Kupang Perumda Pasar Gandeng UNDANA Cari Solusi Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino yang Sepi Pengunjung Rally Bistolen: Film “Pesta Babi” Ungkap Dampak Pembangunan terhadap Masyarakat Adat KPBH Kolhua Gelar Nobar Film “Pesta Babi”Refleksi Kritis Dampak PSN terhadap Masyarakat Adat IMMALA Kupang Gelar Nobar “Pesta Babi” Sebut Kebijakan PSN di Papua Bentuk Kolonialisme Modern

Ekonomi & Ekologi

Diskusi “Menolak Punah” Bongkar Dampak Nyata Krisis Sampah di NTT

badge-check


					Horiana Yolanda, Pemateri pertama sekaligus perwakilan dari WALHI NTT.Foto.Dok.Pribadi/ Perbesar

Horiana Yolanda, Pemateri pertama sekaligus perwakilan dari WALHI NTT.Foto.Dok.Pribadi/

Sementara itu, salah satu peserta, Scivo William, mengaku terkesan dengan film yang ditonton. Ia menilai film tersebut disusun dengan baik dan mudah dipahami.

Ia juga mengapresiasi karya sineas Dandy Laksono yang dinilai konsisten mengangkat realitas di lapangan. Menurutnya, film ini relevan bagi masyarakat, terutama yang sering berbelanja online.

“Jadi, ‘Menolak Punah’ adalah satu tema besar yang bisa dilihat dalam industri pakaian, di mana nasib manusia itu sendiri dipertaruhkan,” tambahnya.

Ia juga mulai mempertanyakan kebiasaan belanja masyarakat yang dinilai semakin konsumtif.

“Misalnya, satu orang dalam satu bulan bisa melakukan checkout hingga 4-5 baju hanya karena promo angka kembar bulanan di marketplace. Bayangkan jika satu kelurahan atau satu kota melakukannya; jumlah produksinya akan sangat besar,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan sistem yang belum berpihak pada lingkungan. Ia pun mengaku pesimis terhadap perubahan kebijakan pemerintah.

“Namun, langkah pertama harus dimulai dari diri sendiri, yaitu menghentikan secara bertahap kebiasaan checkout barang hanya karena alasan lucu atau diskon, bukan karena kebutuhan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perumda Pasar Gandeng UNDANA Cari Solusi Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino yang Sepi Pengunjung

23 Mei 2026 - 05:47 WIB

Rally Bistolen: Film “Pesta Babi” Ungkap Dampak Pembangunan terhadap Masyarakat Adat

23 Mei 2026 - 02:18 WIB

KPBH Kolhua Gelar Nobar Film “Pesta Babi”Refleksi Kritis Dampak PSN terhadap Masyarakat Adat

23 Mei 2026 - 01:30 WIB

IMMALA Kupang Gelar Nobar “Pesta Babi” Sebut Kebijakan PSN di Papua Bentuk Kolonialisme Modern

16 Mei 2026 - 07:53 WIB

GMKI Kupang Desak Polisi Bongkar Tuntas Kematian Fika Serwutun: Jangan Ada Rekayasa Kasus

15 Mei 2026 - 11:07 WIB

Trending di Politik & Hukum