Menu ✖

Mode Gelap
SPBU Oesapa dan Liliba Sebut Stok Pertalite Aman di Tengah Antrean Kendaraan Diskusi ASTRIA INITIA di Kupang Bahas Polemik Ijazah Gibran, Batas Kewenangan MK, hingga Arah Demokrasi Indonesia FSPMI NTT Soroti RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Desak Upah Layak hingga Kepastian Kerja Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

Ekonomi & Ekologi

Diskusi “Menolak Punah” Bongkar Dampak Nyata Krisis Sampah di NTT

badge-check


					Horiana Yolanda, Pemateri pertama sekaligus perwakilan dari WALHI NTT.Foto.Dok.Pribadi/ Perbesar

Horiana Yolanda, Pemateri pertama sekaligus perwakilan dari WALHI NTT.Foto.Dok.Pribadi/

Sementara itu, salah satu peserta, Scivo William, mengaku terkesan dengan film yang ditonton. Ia menilai film tersebut disusun dengan baik dan mudah dipahami.

Ia juga mengapresiasi karya sineas Dandy Laksono yang dinilai konsisten mengangkat realitas di lapangan. Menurutnya, film ini relevan bagi masyarakat, terutama yang sering berbelanja online.

“Jadi, ‘Menolak Punah’ adalah satu tema besar yang bisa dilihat dalam industri pakaian, di mana nasib manusia itu sendiri dipertaruhkan,” tambahnya.

Ia juga mulai mempertanyakan kebiasaan belanja masyarakat yang dinilai semakin konsumtif.

“Misalnya, satu orang dalam satu bulan bisa melakukan checkout hingga 4-5 baju hanya karena promo angka kembar bulanan di marketplace. Bayangkan jika satu kelurahan atau satu kota melakukannya; jumlah produksinya akan sangat besar,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan sistem yang belum berpihak pada lingkungan. Ia pun mengaku pesimis terhadap perubahan kebijakan pemerintah.

“Namun, langkah pertama harus dimulai dari diri sendiri, yaitu menghentikan secara bertahap kebiasaan checkout barang hanya karena alasan lucu atau diskon, bukan karena kebutuhan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aliansi NTT Menggugat Soroti Sejumlah Persoalan di Kupang

27 Agustus 2026 - 14:40 WIB

Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan

21 Agustus 2026 - 00:01 WIB

Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita

15 Agustus 2026 - 05:24 WIB

Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir

15 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Flobamoratas Dorong Perlindungan Ruang Hidup

14 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Trending di Hukum