Menu

Mode Gelap
Aksi Seribu Lilin, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Flores KPA melalui GESLA Salurkan 4 Ton Beras untuk Korban Gempa di Flores Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Flobamoratas Dorong Perlindungan Ruang Hidup

Pendidikan & Teknologi

GMNI Kupang Gelar Diskusi “Membaca Soekarno dari Kiri”, Bahas Pancasila, Marhaenisme dan Tantangan Demokrasi

badge-check


					Foto Bersama Usai Kegiatan. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Foto Bersama Usai Kegiatan. Foto: Dok. Yanto/

Sementara itu, Dr. Rudi Rohi menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya filosofi negara, tetapi juga metode berpikir, cara hidup, dan cara memandang realitas sosial. Ia menyebut Pancasila sebagai ruang dialektika yang memungkinkan berbagai gagasan berbeda bertemu dan berdialog.

Menurutnya, selama ini masih banyak pihak yang memahami Pancasila secara sempit dengan menempatkannya hanya sebagai antitesis terhadap komunisme atau pemikiran kiri. Padahal, Pancasila justru lahir sebagai titik temu berbagai ideologi yang berkembang pada masa perjuangan kemerdekaan.

“Pancasila tidak anti-komunis, tidak anti-kiri, dan tidak anti-kanan. Pancasila adalah ruang yang mempertemukan berbagai gagasan dalam satu kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Rudi Rohi juga mengajak peserta melihat berbagai kontradiksi antara nilai-nilai Pancasila dan kondisi sosial yang terjadi saat ini. Ia menyoroti persoalan kemanusiaan, demokrasi, kesenjangan sosial, hingga kemerdekaan berpikir yang menurutnya masih menjadi tantangan besar dalam kehidupan berbangsa.

Menurutnya, cara berpikir kiri bukan sekadar mengkritik, tetapi juga menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Berpikir kiri bukan menciptakan masalah baru. Berpikir kiri adalah keberanian mengkritisi realitas sekaligus menawarkan jalan keluar,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Resmi Berdiri, UKM Pers UM.KOE Siap Kawal Isu Rakyat Lewat Karya Jurnalistik

11 Juni 2026 - 14:40 WIB

IMM Kupang Gelar Nobar Film Tanah Air Beta, Bahas Nasionalisme dan Persatuan Bangsa

31 Mei 2026 - 11:06 WIB

Kuliah Umum di Stikom Uyelindo, Menko Pangan Tekankan Peran Mahasiswa IT dalam Ketahanan Pangan Nasional

15 Mei 2026 - 06:53 WIB

Tak Hanya Aksi, FMN Kupang–BEM Unwira Gelar Diskusi Publik di May Day 2026

1 Mei 2026 - 15:48 WIB

Dosen Dinonaktifkan dari Tri Darma Kampus, Pers Dibungkam Saat Audiensi

27 April 2026 - 08:07 WIB

Trending di Pendidikan & Teknologi