Menu

Mode Gelap
Aksi Seribu Lilin, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Flores KPA melalui GESLA Salurkan 4 Ton Beras untuk Korban Gempa di Flores Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Flobamoratas Dorong Perlindungan Ruang Hidup

Ekonomi & Ekologi

Harga Bahan Pokok di Kupang Naik, Pemkot Pastikan Stok Tetap Aman

badge-check


					Bahan Pokok di Pasar Kota Kupang. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Bahan Pokok di Pasar Kota Kupang. Foto: Dok. Yanto/

KupangTimurInsight, Kupang – Harga sejumlah bahan pokok di Kota Kupang mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan paling terasa terjadi pada bawang merah, sementara harga beras dan minyak goreng juga ikut menyesuaikan harga distributor.

Pantauan Kupang Timur INSIGHT.Com di Pasar Inpres Kupang, Senin (11/5/2026), menunjukkan adanya kenaikan harga pada sejumlah bahan pokok. Salah satu pedagang, Surajudin, mengatakan harga beras Bulog kini dijual Rp63.000 per kemasan, sedangkan minyak goreng curah dijual Rp16.000 per liter.

Surajudin menjelaskan bahwa harga dasar minyak goreng dari pemerintah berada di angka Rp15.700 per liter. Namun karena adanya tambahan biaya plastik sebesar Rp300, ia menjualnya Rp16.000 per liter.

“Harga minyak saat ini masih standar, namun kami harus menyesuaikan dengan biaya kemasan,” ujarnya.

Untuk komoditas beras, Surajudin mengatakan harga jual sangat bergantung pada harga beli dari distributor. Jika harga satu karung 40 kilogram dari distributor mencapai Rp520.000, maka ia menjual eceran Rp13.000 per kilogram. Jika harga beli naik menjadi Rp530.000, maka harga jual naik menjadi Rp13.500 per kilogram. Sedangkan jika harga distributor mencapai Rp550.000, maka harga jual menjadi Rp14.000 per kilogram.

“Seharusnya harga standar distributor adalah Rp480.000 per karung, sehingga kami bisa menjual eceran di angka Rp12.000–Rp12.500. Namun, mau tidak mau kami mengikuti harga dari distributor. Kami sebagai pedagang kecil hanya bisa mengikuti arus harga tersebut,” keluhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KSPSI NTT Ajak Buruh dan Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Dinamika Ekonomi Global Saat Nobar Piala Dunia di Kupang

16 Juni 2026 - 05:38 WIB

PERMMABAR Kupang Bedah Pancasila dan Keadilan Sosial di Tengah Arus Pariwisata Super Premium Labuan Bajo

6 Juni 2026 - 16:57 WIB

FMN Kupang Bedah Film “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”, Bahas Dampak PSN di Papua dan NTT

29 Mei 2026 - 15:51 WIB

Perumda Pasar Gandeng UNDANA Cari Solusi Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino yang Sepi Pengunjung

23 Mei 2026 - 05:47 WIB

Rally Bistolen: Film “Pesta Babi” Ungkap Dampak Pembangunan terhadap Masyarakat Adat

23 Mei 2026 - 02:18 WIB

Trending di Ekonomi & Ekologi