Sementara itu, Staf Analis Ahli Muda bidang Perdagangan di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Kupang, Gunawasha Hud Usman, SE, memastikan stok bahan pokok di Kota Kupang masih aman.
Saat ditemui wartawan Kupang Timur INSIGHT.COM di ruang kerjanya, Rabu (13/5/2026), ia mengatakan pemerintah sejak awal Mei telah mendata seluruh pelaku usaha yang memiliki kios dan Nomor Induk Berusaha (NIB) agar distribusi Minyak Kita dan beras SPHP bisa berjalan lebih luas.
“Jika mereka (pelaku usaha) mau ambil banyak, itu sudah bisa dilayani. Sehingga nanti ‘Minyak Kita’ itu akan kembali ke Harga Eceran Tertinggi (HET) di tangan konsumen atau masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan distribusi Minyak Kita kini tidak hanya difokuskan di pasar tradisional, tetapi juga menjangkau lebih banyak kios. Sedangkan minyak premium seperti Bimoli mengikuti harga pasar.
“Harga minyak premium seperti Bimoli sekarang mungkin beranjak naik dari Rp24.000 menjadi Rp26.000 per liter. Ini karena harga premium tidak ditetapkan oleh pemerintah,” jelasnya.











