Menu

Mode Gelap
Aliansi PERISAI NTT Aksi Tuntut Penegakan Hukum dan Kesejahteraan Rakyat KSPSI NTT Ajak Buruh dan Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Dinamika Ekonomi Global Saat Nobar Piala Dunia di Kupang Resmi Berdiri, UKM Pers UM.KOE Siap Kawal Isu Rakyat Lewat Karya Jurnalistik Ketua FOKMAP-NTT: Terpilihnya Yali Faryon Membuka Ruang Persatuan Mahasiswa Papua dan Organisasi Gerakan LMID di Bawah Kepemimpinan Yali Faryon Berkomitmen Kawal Suara Rakyat dan Papua Serangan Jantung Kini Mengintai Generasi Muda NTT

News

Buruh NTT Geram Upah Murah, KSBSI Jika Dialog Buntu, Jalanan Jadi Opsi Terakhir

badge-check


					Ketua KSBSI NTT, Daud Mboeik. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Ketua KSBSI NTT, Daud Mboeik. Foto: Dok. Yanto/

KupangTimurInsight, Kupang – Perwakilan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) NTT, Daud Mboeik, menegaskan bahwa dialog merupakan pendekatan utama dalam menyampaikan aspirasi buruh saat ditemui pada 20 April 2026. Ia menyatakan bahwa sebagai warga negara yang baik, penyampaian pendapat tidak boleh berlebihan dan harus dilakukan secara bertanggung jawab.

“Kita sebagai warga negara yang baik tidak boleh berlebihan, harus bertanggung jawab, itu poinnya,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa mimbar bebas merupakan bagian dari kebebasan berserikat yang telah diatur secara jelas dalam konstitusi. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa dalam konteks masyarakat NTT yang memiliki kultur dan budaya tersendiri, pendekatan dialog tetap harus diutamakan.

“Itu dalam konstitusi kita sudah tertulis jelas. Kita sebagai warga negara yang baik tidak boleh berlebihan dalam menyuarakan aspirasi, harus bertanggung jawab, itu poinnya. Teristimewa kita di NTT, kita memiliki kultur dan budaya yang sedikit berbeda,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KSPSI NTT Ajak Buruh dan Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Dinamika Ekonomi Global Saat Nobar Piala Dunia di Kupang

16 Juni 2026 - 05:38 WIB

PERMMABAR Kupang Bedah Pancasila dan Keadilan Sosial di Tengah Arus Pariwisata Super Premium Labuan Bajo

6 Juni 2026 - 16:57 WIB

FMN Kupang Bedah Film “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”, Bahas Dampak PSN di Papua dan NTT

29 Mei 2026 - 15:51 WIB

Perumda Pasar Gandeng UNDANA Cari Solusi Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino yang Sepi Pengunjung

23 Mei 2026 - 05:47 WIB

Rally Bistolen: Film “Pesta Babi” Ungkap Dampak Pembangunan terhadap Masyarakat Adat

23 Mei 2026 - 02:18 WIB

Trending di Ekonomi & Ekologi