KupangTimurInsight, Kupang – Perwakilan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) NTT, Daud Mboeik, menegaskan bahwa dialog merupakan pendekatan utama dalam menyampaikan aspirasi buruh saat ditemui pada 20 April 2026. Ia menyatakan bahwa sebagai warga negara yang baik, penyampaian pendapat tidak boleh berlebihan dan harus dilakukan secara bertanggung jawab.
“Kita sebagai warga negara yang baik tidak boleh berlebihan, harus bertanggung jawab, itu poinnya,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa mimbar bebas merupakan bagian dari kebebasan berserikat yang telah diatur secara jelas dalam konstitusi. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa dalam konteks masyarakat NTT yang memiliki kultur dan budaya tersendiri, pendekatan dialog tetap harus diutamakan.
“Itu dalam konstitusi kita sudah tertulis jelas. Kita sebagai warga negara yang baik tidak boleh berlebihan dalam menyuarakan aspirasi, harus bertanggung jawab, itu poinnya. Teristimewa kita di NTT, kita memiliki kultur dan budaya yang sedikit berbeda,” jelasnya.










