Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Papua di NTT Dorong Persatuan dan Kesadaran Bangun Daerah Perkuat Solidaritas di Tanah Rantau, FOKMAP-NTT Rayakan Dies Natalis ke-IX di Kupang Perumda Pasar Gandeng UNDANA Cari Solusi Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino yang Sepi Pengunjung Rally Bistolen: Film “Pesta Babi” Ungkap Dampak Pembangunan terhadap Masyarakat Adat KPBH Kolhua Gelar Nobar Film “Pesta Babi”Refleksi Kritis Dampak PSN terhadap Masyarakat Adat IMMALA Kupang Gelar Nobar “Pesta Babi” Sebut Kebijakan PSN di Papua Bentuk Kolonialisme Modern

News

Buruh NTT Geram Upah Murah, KSBSI Jika Dialog Buntu, Jalanan Jadi Opsi Terakhir

badge-check


					Ketua KSBSI NTT, Daud Mboeik. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Ketua KSBSI NTT, Daud Mboeik. Foto: Dok. Yanto/

Program tersebut disebut menyasar sekitar 100 ribu orang, namun tidak pernah didiskusikan sebelumnya.

“Jangan sampai hanya untuk kepentingan tim tertentu. Uang negara harus tepat sasaran. Jangan sampai dana yang besar justru didistribusikan tidak tepat sasaran,” tegasnya.

Dalam perjuangannya, KSBSI NTT telah menempuh jalur litigasi dan non-litigasi. Ia menegaskan bahwa organisasi tersebut bersifat non-profit dan tidak memiliki pembiayaan dari pihak mana pun.

“Kami sebenarnya membantu pemerintah. Jika semua sudah berjalan baik, maka tidak perlu ada kami lagi. Namun jika masih ada kekurangan, kami melakukan koreksi agar masyarakat dapat dilayani dengan baik,” ujarnya.

KSBSI juga mendorong pembentukan lembaga tripartit yang melibatkan pemerintah, pengusaha, dan buruh untuk pencegahan serta edukasi. Ia mengaku selama lima tahun belum pernah ada edukasi maksimal kepada pekerja.

“Ada perusahaan yang mengatakan tidak mengetahui aturan. Jika mengetahui, pasti akan mengikuti. Jadi ketika kami masuk, ada pembenahan, itu tujuan utamanya,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pendekatan yang diambil bukanlah konflik, melainkan dialog.

“Kami bukan untuk bertengkar atau berkonflik. Masyarakat NTT bukan seperti itu. Jika masih bisa dibicarakan dengan baik, maka dibicarakan dengan baik,” tambahnya.

Ia juga menyoroti kontribusi buruh terhadap perekonomian. Menurutnya, peningkatan upah akan berdampak pada kenaikan pajak dan pendapatan negara.

“Kalau para pekerja memiliki gaji yang baik, maka pajak meningkat, pendapatan negara baik, dan APBN juga akan meningkat,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perumda Pasar Gandeng UNDANA Cari Solusi Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino yang Sepi Pengunjung

23 Mei 2026 - 05:47 WIB

Rally Bistolen: Film “Pesta Babi” Ungkap Dampak Pembangunan terhadap Masyarakat Adat

23 Mei 2026 - 02:18 WIB

KPBH Kolhua Gelar Nobar Film “Pesta Babi”Refleksi Kritis Dampak PSN terhadap Masyarakat Adat

23 Mei 2026 - 01:30 WIB

IMMALA Kupang Gelar Nobar “Pesta Babi” Sebut Kebijakan PSN di Papua Bentuk Kolonialisme Modern

16 Mei 2026 - 07:53 WIB

DPW PAN NTT Resmi Dilantik, Zulkifli Hasan Tekankan Keberpihakan pada Rakyat

15 Mei 2026 - 16:13 WIB

Trending di Politik & Hukum