Menu

Mode Gelap
Aksi Seribu Lilin, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Flores KPA melalui GESLA Salurkan 4 Ton Beras untuk Korban Gempa di Flores Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Flobamoratas Dorong Perlindungan Ruang Hidup

News

Buruh NTT Geram Upah Murah, KSBSI Jika Dialog Buntu, Jalanan Jadi Opsi Terakhir

badge-check


					Ketua KSBSI NTT, Daud Mboeik. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Ketua KSBSI NTT, Daud Mboeik. Foto: Dok. Yanto/

Dalam struktur organisasi, ia menegaskan bahwa dirinya bukan pemimpin tunggal, melainkan bagian dari pengurus. Seluruh keputusan diambil secara kolektif kolegial dan demokratis.

“Terus terang saya ini bukan pemimpin, melainkan pengurus. Semua itu kolektif kolegial, keputusan tidak bisa diambil sendiri melainkan secara bersama secara demokratis,” ujarnya.

Terkait langkah ke depan, KSBSI NTT menyebut belum ada kesepakatan bersama mengenai kemungkinan aksi turun ke jalan.

“Apakah nanti harus turun ke jalan atau bagaimana, kami belum memiliki kesepakatan bersama,” ungkapnya.

KSBSI NTT menegaskan dua poin utama perjuangan mereka, yakni tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi terkait pembentukan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru serta tuntutan penghapusan outsourcing.

Selain itu, isu upah murah juga menjadi sorotan. Ia menyebut masih ada buruh yang menerima upah hanya Rp500 ribu hingga Rp700 ribu, disertai ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Saya sudah pernah mengalami PHK sehingga merasakan betul bagaimana kondisinya. Kami hadir untuk menjembatani itu, membangun suatu perubahan. Jadi, upah murah tidak boleh,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KPA NTT Dorong Penyelesaian Konflik dan Pengakuan Hak atas Tanah Masyarakat

8 Agustus 2026 - 09:20 WIB

Dubes Australia Apresiasi Kolaborasi Pemkot Kupang dan UNICEF dalam Penanganan Anak Zero-Dose

30 Juli 2026 - 15:52 WIB

KSPSI NTT Ajak Buruh dan Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Dinamika Ekonomi Global Saat Nobar Piala Dunia di Kupang

16 Juni 2026 - 05:38 WIB

PERMMABAR Kupang Bedah Pancasila dan Keadilan Sosial di Tengah Arus Pariwisata Super Premium Labuan Bajo

6 Juni 2026 - 16:57 WIB

FMN Kupang Bedah Film “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”, Bahas Dampak PSN di Papua dan NTT

29 Mei 2026 - 15:51 WIB

Trending di Suara Mahasiswa